Terkait Perusakan Ponpes di Lombok Timur, Menag Minta Ceramah Tak Provokatif

- Rabu, 5 Januari 2022 | 08:04 WIB
Menag RI Yaqut Cholil Qoumas (SM Banyumas/Dok kemenag)
Menag RI Yaqut Cholil Qoumas (SM Banyumas/Dok kemenag)

JAKARTA, suaramerdeka-banyumas.com-Menteri Agama (Menag) Yaqut  Cholil Qoumas meminta kepada para penceramah untuk bisa berceramah dengan santun dan tidak provokatif untuk mendorong kehidupan beragama yang damai dan kondusif. 

Hal itu disampaikan saat menanggapi kasus perusakan Pondok Pesantren As-Sunnah, Aikmel, Lombok Timur oleh sekelompok orang tidak dikenal pada Minggu 2 Januari 2022 sekitar pukul 02.10 WITA.

Peristiwa perusakan diduga dipicu oleh viralnya ceramah ustadz dari Ponpes As-Sunnah yang mengatakan Makam Selaparang, Sukarbela, Alibatu tain basong (kotoran anjing).

Baca Juga: Presiden Jokowi Dorong Percepatan Pengesahan UU tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual

Terkait dugaan adanya hinaan yang disampaikan ustaz pesantren, Menag mengingatkan bahwa para penceramah agar mengedepankan cara-cara yang santun dan tanpa memprovokasi jamaah.

Menurutnya, tindakan provokasi akan dapat memancing emosi publik. Para penceramah harus menjunjung tinggi sikap saling menghormati dan menghargai. 

"Ceramah harus disampaikan dengan hikmah dan mauidhah hasanah. Bukan dengan cara-cara menghina dan memprovokasi. Hal itu bukan mengundang simpati, tapi emosi," pesan Menag sebagimana dilansir dari laman resmi Kemenag RI.

Baca Juga: Bansos Salah Sasaran Akhirnya Dikembalikan ke Penerima Yang Berhak

Menag juga mengajak tokoh agama, tokoh masyarakat, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forum Kerukunan Ummat Beragama(FKUB) Kabupaten Lombok Timur untuk terus bersinergi dalam menjaga, merawat dan memelihara kerukunan Ummat Beragama yang dilandasi rasa toleransi, saling menghormati dan saling menghargai sesama ummat beragama.

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terdata, 1.378 Rumah Rusak Akibat Gempa Bumi Banten

Selasa, 18 Januari 2022 | 06:47 WIB
X