Sebelum Merapi Erupsi 2010 Ini Wasiyat Mbah Maridjan Juru Kunci Gunung Merapi, Sentil Penambangan Pasir...

- Rabu, 8 Desember 2021 | 07:59 WIB
Mendian Mbah Maridjan, Sang Juru Kunci Merapi saat memberikan wasiyat pada 2006 sebelum Merapi Erupsi menelan korban jiwa pada 2010.(SM Banyumas/Dok YouTube Jogja Archive)
Mendian Mbah Maridjan, Sang Juru Kunci Merapi saat memberikan wasiyat pada 2006 sebelum Merapi Erupsi menelan korban jiwa pada 2010.(SM Banyumas/Dok YouTube Jogja Archive)

Terus kemudian pantangan merapi agat tiak maah, itu seharunysnya bachoe-bachoe jangan merusak daerah Jogja kalau daerah klaten say atidk tahu, magelang juga tidak tahu. Kalau butuh pasir biarlah diberi pasir tapi jangan sampai jogja mengambil pasir pakai bechoe

Baca Juga: Soal Bahaya Lahar Gunung Merapi, Ganjar Minta Aktivitas Penambangan Pasir Dihentikan

Saat itu, Mbah Maridjan meyakini pengambilan pasir berlebian dengan menggunakan alat berat atau bachoe akan mengundang awan panas pada saat erupsi.

Bupati Sleman, Klaten, Magelang dan Boyolali. Empat (bupati) itu harus bisa berpkir, kalau tidak bisa memikirkan hal itu, maka akan diberi (pasir) tapi berserta awan panas. Itu Pasti!

Itu namanya meruksan alam lingkungan. Seumpama ,keempat bupati itu: Slamen, Klaten, Boyolali dan Magelang. Kalau tidak mau mengusir bachoe selamanya maka akan diberi (pasir) beserta awan panas itu Dhawuhe Eyang Merapi.***

 

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Warganet Bertanya-tanya, Kemana Si Oyen?

Jumat, 25 November 2022 | 09:43 WIB

Piala Dunia 2022: Maroko vs Kroasia Imbang 0-0

Kamis, 24 November 2022 | 06:18 WIB
X