Sejarah Letusan Gunung Semeru Terentang dari Tahun 1818 Sampai 2021

- Minggu, 5 Desember 2021 | 13:09 WIB
ERUPSI Gunung Semeru pada tahun 2005 (SM Banyumas/Dok ESDM)
ERUPSI Gunung Semeru pada tahun 2005 (SM Banyumas/Dok ESDM)

Suaramerdeka-banyumas.com-Selain erupsi pada Sabtu sore (4/12) yang mengarah ke Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur, sejarah letusan Gunung Semeru di Jawa Timur telah terentang panjang sejak tahun 1818.

Catatan letusan yang terekam pada 1818 hingga 1913 tidak banyak informasi yang terdokumentasikan.

Kemudian pada 1941-1942 terekam aktivitas vulkanik dengan durasi panjang. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan leleran lava terjadi pada periode 21 September 1941 hingga Februari 1942.

Baca Juga: Sejumlah Rumah Tertimbun, Jembatan Putus Akibat Material Vulkanik Erupsi Gunung Semeru

Saat itu letusan sampai di lereng sebelah timur dengan ketinggian 1.400 hingga 1.775 meter. Material vulkanik hingga menimbun pos pengairan Bantengan. 

Selanjutnya beberapa aktivitas vulkanik tercatat beruntun pada 1945, 1946, 1947, 1950, 1951, 1952, 1953, 1954, 1955 – 1957, 1958, 1959, 1960. Tak berhenti sampai di sini, Gunung Semeru termasuk salah satu gunung api aktif yang melanjutkan aktivitas vulkaniknya.

Seperti pada 1 Desember 1977, guguran lava menghasilkan awan panas guguran dengan jarak hingga 10 km di Besuk Kembar. Volume endapan material vulkanik yang teramati mencapai 6,4 juta m3.

Baca Juga: Pasca Erupsi Gunung Semeru, 902 Orang Mengungsi, Berikut ini Selengkapnya...

Awan panas juga mengarah ke wilayah Besuk Kobokan. Saat itu sawah, jembatan dan rumah warga rusak. Aktivitas vulkanik berlanjut dan tercatat pada 1978 – 1989.

Halaman:

Editor: Susanto

Sumber: BNPB

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X