Sejumlah Rumah Tertimbun, Jembatan Putus Akibat Material Vulkanik Erupsi Gunung Semeru

- Minggu, 5 Desember 2021 | 12:33 WIB
TERTUTUP ABU VULKANIK: Wilayah Desa Supituran, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang yang tertutup abu vulkanik pasca erupsi Gunung Semeru Sabtu sore 4 Desember 2021.(SM Banyumas/dok Basarnas)
TERTUTUP ABU VULKANIK: Wilayah Desa Supituran, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang yang tertutup abu vulkanik pasca erupsi Gunung Semeru Sabtu sore 4 Desember 2021.(SM Banyumas/dok Basarnas)

 

LUMAJANG, suaramerdeka-banyumas.com-Pasca erupsi Gunung Semeru, sejumlah rumah warga tertimbun material vulkanik dan juga infrastruktur jembatan putus. 

Informasi terbaru dari BNPB melaporkan sebaran awan panas guguran Gunung Semeru juga menyebabkan beberapa rumah warga tertutup material vulkanik serta jembatan Gladak Perak di Curah Kobokan yang menjadi akses penghubung Lumajang dan Malang terputus. 

BPBD Kabupaten Lumajang menggunakan alat berat wheel loader untuk membuka akses jalan Curah Kobokan serta melakukan pendataan lanjutan terkait kerugian materil lainnya akibat peristiwa ini.

Baca Juga: Pasca Erupsi Gunung Semeru, 902 Orang Mengungsi, Berikut ini Selengkapnya...

Berdasarkan pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), saat ini Gunung Semeru masih dalam status level II atau  ‘waspada.’

Adapun pemantauan kondisi udara melalui radar Accuweather Udara mencapai tingkat polusi tinggi dan berdampak negatif terhadap kelompok yang masuk dalam kategori rentan, yaitu lansia, ibu hamil, disabilitas serta anak-anak.

Pantauan secara visual juga menunjukkan awas panas guguran telah berhenti dikarenakan kondisi hujan di sekitar puncak kubah lava Gunung Semeru.

Baca Juga: Erupsi Gunung Semeru, Ada 13 Korban Meninggal Dunia , 41 Orang Korban Luka

BPBD terus melakukan koordinasi bersama perangkat desa setempat dan Pos Pengamat Gunung Api (PPGA) terkait pemutakhiran aktivitas Gunung Semeru.

Halaman:

Editor: Susanto

Sumber: BNPB

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X