Soal Dampak Gunung Semeru Meletus Bagi Aktivitas Penerbangan, Ini Penjelasan AirNav Indonesia

- Sabtu, 4 Desember 2021 | 19:34 WIB
WARGA hilir mudik panik menggunakan kendaraan bermotor untuk menjauhi arah kepulan asap akibat erupsi Gunung Semeru 4 Desember 2021 sore ini. (SM Banyumas/dok)i
WARGA hilir mudik panik menggunakan kendaraan bermotor untuk menjauhi arah kepulan asap akibat erupsi Gunung Semeru 4 Desember 2021 sore ini. (SM Banyumas/dok)i

Suaramerdeka-banyumas.com-Airnav Indonesia menjelaskan Gunung Semeru meletus belum ada dampak signifikan terhadap operasional pelayanan navigasi penerbangan baik di Cabang Surabaya, Denpasar, Semarang, Yogyakarta dan Solo. 

Sekretaris Perusahaan AirNav Indonesia, Rosedi dalam keterangan persnya menyatakan sampai dengan pukul 17.30 WIB, tidak ada dampak signifikan aktivitas erupsi Gunung Semeru terhadap operasional pelayanan navigasi penerbangan oleh AirNav Indonesia, baik di Cabang Surabaya, Cabang Denpasar, Cabang Semarang, Cabang Yogyakarta maupun Cabang Solo.

Meskipun tidak ada dampak signifikan, AirNav Indonesia tetap melakukan langkah antisipasi antara lain:
a. AirNav Indonesia Cabang Surabaya dengan ACC MATSC dan JATSC serta Cabang Denpasar untuk sementara waktu suggest tidak melawati W-33/South of SBR;
b. Berkoordinasi dengan pihak Bandara Abdul Rachman Saleh dan Bandara Juanda untuk melakukan Paper Test, saat ini sedang dipersiapkan;
c. Saat ini hasil koordinasi semua pesawat yang menuju East (Denpasar, Lombok dan Kupang) dan sebaliknya dilewatkan North of SBR.

Baca Juga: Gunung Semeru Meletus, Ini Informasi dari BNPB

Selain itu, AirNav Indonesia terus berkoordinasi dengan stakeholder penerbangan terkait dan bersiaga terkait perkembangan aktivitas erupsi Gunung Semeru yang berpotensi mempengaruhi kegiatan operasional penerbangan.

"Informasi terkini akan selalu kami perbaharui sesuai kondisi di lapangan," jelasnya.

Terhadap erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Malang, Jawa Timur erupsi pada Sabtu 4 Desember 2021 pukul 15.32, International NOTAM Office AirNav Indonesia telah merilis 3 buah ASH NOTAM (ASHTAM) terkait aktivitas erupsi Gunung Semeru dan mendapatkan data detail abu vulkanik bergerak ke arah Barat Daya dengan kecepatan 50 knot.

Baca Juga: Gunung Semeru Meletus, Ya Alloh Astaghfirulloh...

Hasil pilot report terhadap Pesawat Wings Air yang melintas menuju Denpasar bahwa debu vulkanik tidak dapat terlihat mengingat kondisi tertutup awan yang tebal begitu juga pengamatan dari Tower Abdul Rachman Saleh.***

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemecatan Ferdy Sambo Bukti Komitmen Tegas Polri

Jumat, 23 September 2022 | 08:24 WIB
X