Penyebab Kebakaran Kapal KM Soemantri Brodjonegoro Masih Diselidiki KNKT

- Kamis, 2 Desember 2021 | 06:51 WIB
DIPADAMKAN: Kapal Kargo Sumantri Brodjonegoro Cilacap saat dipadamkan Rabu 1 Desember 2021.(SM Banyumas/dok)
DIPADAMKAN: Kapal Kargo Sumantri Brodjonegoro Cilacap saat dipadamkan Rabu 1 Desember 2021.(SM Banyumas/dok)
 
CILACAP, suaramerdeka-banyumas.com-Penyebab Kebakaran Kapal KM Soemantri Brodjonegoro di Cilacap yang menjadi distributor pupuk bersubsidi masih dalam penyelidikan. 
 
Perseroan juga sedang melakukan investigasi bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan pihak berwajib lainnya. 
 
Pilog sendiri adalah salah satu anak perusahaan Pupuk Indonesia yang bergerak di bidang logistik dan jasa angkutan kapal. Pilog saat ini mengoperasikan sebanyak 9 unit kapal, yang terdiri dari 7 unit kapal pengangkut pupuk dan 2 unit kapal pengangkut amoniak.
 
 
KM Soemantri Brodjonegoro sendiri adalah satu dari 203 unit kapal yang dioperasikan oleh Pupuk Indonesia dalam mendistribusikan pupuk.
 
“Secara operasional, tidak mengganggu distribusi dan bisa digantikan secara langsung dengan kapal lain yang dioperasikan oleh Pupuk Indonesia Logistik”, imbuh Kepala Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia (Persero) Wijaya Laksana.
 
Seandainya ada masalah pun, lanjutnya kebutuhan pupuk wilayah Cilacap dapat ditutupi oleh UPP di Semarang. 
 
 
Terkait kebakaran Kapal KM Soemantri Brodjonegoro, PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan kegiatan distribusi pupuk bersubsidi di Jawa Tengah dan sekitarnya berjalan normal. 
 
"Kami pastikan bahwa peristiwa kebakaran ini tidak mengganggu distribusi pupuk untuk Jawa Tengah dan sekitarnya.
 
Pada saat kebakaran terjadi, kapal juga dalam status nihil kargo atau tidak ada muatan karena sudah selesai melaksanakan bongkar muat di Unit Pengantongan Pupuk (UPP) Cilacap”, jelas Kepala Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia (Persero) Wijaya Laksana, dalam keterangan tertulis, Rabu 1 Desember 2021.
 
 
KM Soemantri Brodjonegoro, lanjutnya membawa angkutan pupuk sejumlah 7.436 ton dari PT Pusri di Palembang ke UPP Cilacap dan keseluruhan muatan telah diturunkan.
 
“UPP Cilacap sendiri menjadi pusat distribusi untuk wilayah Jateng bagian selatan, yaitu Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo dan Sleman”, kata Wijaya. 
 
UPP ini mempunyai kapasitas 12.500 ton dan mampu melakukan pengantongan sebanyak 450 ton per hari. ***

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X