Optimalkan Digitalisasi Pemasaran, "Abon Cap Koki" Bangkit di Tengah Pandemi

- Selasa, 30 November 2021 | 22:46 WIB
 Produk
Produk

BADAI pandemi Covid-19 sangat berpengaruh negatif hampir di semua sektor perekonomian, tidak terkecuali para pelaku Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM).

Namun hanya yang memiliki kegigihan semangat untuk bertahan di tengah badailah yang akan menemui matahari bersinar.

Hal itu pulalah yang menjadi pegangan teguh oleh Novi Kurnia Setiawan (43), si empunya produk olahan daging sapi "Abon Cap Koki" asal Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

Baca Juga: Digitalisasi Pemasaran Memacu UMKM Banyumas Naik Kelas

Berpikir positif, kolaborasi, mengoptimalkan sumber daya, relasi dan marketplace menjadi jalan untuk bangkit dan kembali meraih kesuksesan.

Bagi masyarakat kota kelahiran Jenderal Besar Soedirman ini, Abon Koki adalah makanan legendaris. Pertama kali diolah oleh tangan dingin Pudjiati, ibunya Novi.

Abon daging sapi menjadi produk utama yang dijual di pasar mulai tahun 1968. Selain itu, ia juga menjual srundeng kelapa, kering kentang dan bumbu pecel.

Baca Juga: Jauh-jauh Datang ke Ajibarang, Ini yang Dikatakan Penyair dari Sulawesi

Saat itu, Pudjiati sudah mem-branding dengan nama "Abon Cap Koki", namun dengan kemasan yang masih sederhana.

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X