Vaksin Kadaluarsa Jadi Sorotan Presiden, Jangan Sampai Terjadi Lagi

- Selasa, 16 November 2021 | 09:10 WIB
SKRINING AKSEPTOR: Petugas kesehatan melakukan skrining medik terhadap akseptor di Sentra Vaksinasi, Auditorium Graha Widyatama Unsoed, Senin, 27 September 2021.   (SMBanyumas/istimewa)
SKRINING AKSEPTOR: Petugas kesehatan melakukan skrining medik terhadap akseptor di Sentra Vaksinasi, Auditorium Graha Widyatama Unsoed, Senin, 27 September 2021. (SMBanyumas/istimewa)

JAKARTA, suaramerdeka-banyumas.com-Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya mendorong percepatan vaksinasi Covid-19 dan menekankan jangan sampai ada lagi vaksin kadaluarsa. 

Pesan Presiden itu disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin saat memberikan keterangan pers usai Rapat Terbatas Penanganan Covid-19 bersama Presiden di Istana Negara Merdeka Jakarta, Senin petang 15 Nopember 2021.

"Saat ini vaksinasi sudah ada vaksinasi 216 juta suntikan ke 130,6 juta rakyat. 84,5 juta rakyat sudah lengkap menerima dosis lengkap.

Dari target populasi 208 juta, 62 juta telah menerima dosis pertama, 40 juta dosis lengkap," paparnya. 

Baca Juga: Ada Klaster PTM dan Takziyah, Menkes Dorong PTM Dengan Surveilance yang Ketat dan Pro Aktif

Sementara perhari di Indonesia ada sekitar 1,6-2 juta suntikan vaksin ke warga sehingga di akhir tahun ditargetkan akan mencapai 290-300 juta suntikan.

Hal ini diberikan kepada sekitar 160 juta orang, 70 prosen orang mendapatkan dosis pertama 118 juta.

Jadi angka ini telah melebihi target WHO yang mencapai 60 prosen.

Baca Juga: Kasus Covid-19 di Indonesia Relatif Baik, Dari 100.000 Orang: 1 Tertular Covid-19

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X