Ada Klaster PTM dan Takziyah, Menkes Dorong PTM Dengan Surveilance yang Ketat dan Pro Aktif

- Selasa, 16 November 2021 | 08:47 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat memberikan keterangan pers di Istana Merdeka Jakarta, soal perkembangan penanganan Covid-19, PTM hingga vaksinasi Senin malam 15 Nopember 2021 (SM Banyumas/dok Setkab RI)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat memberikan keterangan pers di Istana Merdeka Jakarta, soal perkembangan penanganan Covid-19, PTM hingga vaksinasi Senin malam 15 Nopember 2021 (SM Banyumas/dok Setkab RI)

 

JAKARTA, suaramerdeka-banyumas.com-Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah khususnya di Jawa bisa tetap diadakan dengan surveilance ketat dan proaktif. 

Hal ini disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan pers usai Rapat Terbatas Penanganan Covid-19 bersama jajaran menteri lain dan Presiden Joko Widodo.

"Sebagiamana pesan presiden, meskipun Covid-19 sudah menurun, tetapi kita tetap harus ekstra waspada. 5 Provinsi sudah melandai dan ada kenaikan juga harus dimonitor," katanya sebagaimana disampaikan di kanal YouTube Sekretariat Kabinet Senin 15 Nopember 2021.

Baca Juga: Realisasi Pemulihan Ekonomi Nasional Sudah 65 Prosen

Dijelaskan Budi Gunadi, pihaknya rencananya Minggu ini akan berkonsolidasi dengan Menteri Pendidikan Kebudayaan dan Riset dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim agar PTM di Jawa agar dilaksanakan dengan surveilance yang ketat agar Covid-19 tidak menyebar.

"Kita memang sudah mengindentifikasi jika kabupaten di dari minggu ke minggu lalu, ada 126 kabupaten yang naik, ada beberapa yang tiga minggu naik berturut-turut.

Sebagian kasus positif berasal dari sekolah dan takziyah," jelasnya.

Baca Juga: Kasus Covid-19 di Indonesia Relatif Baik, Dari 100.000 Orang: 1 Tertular Covid-19

Sementara itu, sejumlah orang tua dan guru di Banyumas juga menyambut baik dengan mulai dibukanya PTM.

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X