Tahap Pertama, BPJPH Sertifikasi 27.188 Produk

- Minggu, 17 Oktober 2021 | 18:18 WIB
Menag Yaqut Cholil Qoumas ungkap obat, kosmetik, dan barang gunaan wajib bersertifikat halal mulai 17 Oktober 2021.(SM Banyumas/Dok Kemenag).
Menag Yaqut Cholil Qoumas ungkap obat, kosmetik, dan barang gunaan wajib bersertifikat halal mulai 17 Oktober 2021.(SM Banyumas/Dok Kemenag).

 

JAKARTA, suaramerdeka-banyumas.com-Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) tahap pertama Sertifikasi Halal di Indonesia telah mensertifikasi 27.188 produk pelaku usaha.

Bersamaan ulang tahun ke-4 Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag, 17 Oktober 2021, mulai hari ini diberlakukan tahap kedua kewajiban bersertifikat halal.

Dilansir dari laman resmi Kemenag, kewajiban bersertifikat halal oleh BPJPH mulai diberlakukan sejak 17 Oktober 2021.

Baca Juga: Kepala BNPB: Prioritas Penanganan Gempa Karangasem Bali dan Bangli Evakuasi Korban dan Kelompok Rentan

Pada tahap pertama, kewajiban ini diberlakukan untuk produk makanan, minuman, serta hasil dan jasa sembelihan.

Hal tersebut sekaligus menandai dimulainya era baru sertifikasi halal di Indonesia sebagai amanah Undang-undang Nomor 33 tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal yang mengatur bahwa produk yang masuk, beredar dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal.

Sertifikasi halal sejak itu dilaksanakan oleh BPJPH sebagai leading sector secara administratif dengan melibatkan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) yang berwenang dalam pemeriksaan dan/atau pengujian kehalalan produk, serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menetapkan fatwa kehalalan produk.

Baca Juga: Petugas Masjidil Haram Cabut Stiker Tanda Jaga Jarak Jemaah

Pada tahap pertama, BPJPH telah mensertifikasi 27.188 produk pelaku usaha.

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Realisasi Pemulihan Ekonomi Nasional Sudah 65 Prosen

Selasa, 16 November 2021 | 01:16 WIB
X