Dorong BUMN Go Global Presiden Jokowi Minta BUMN Cepat Adaptasi Teknologi

- Minggu, 17 Oktober 2021 | 08:51 WIB
PRESIDEN Joko Widodo saat berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Kabupaten Gresik usai melaksanakan groundbreaking pembangunan smelter PT Freeport Indonesia kemarin (SM/IG Jokowi)
PRESIDEN Joko Widodo saat berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Kabupaten Gresik usai melaksanakan groundbreaking pembangunan smelter PT Freeport Indonesia kemarin (SM/IG Jokowi)

MANGGARAI BARAT, suaramerdeka-banyumas.com-Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta jajaran pengelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk cepat beradaptasi dengan teknologi untuk mendorong dapat bersaing di kancah internasional.

Demikian disampaikan Presiden saat memberikan arahan kepada para Direktur Utama BUMN di Hotel Meruorah Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pekan lalu

Oleh karena itu, perlu adanya kemampuan merespons dan mengadaptasi secepat-cepatnya terhadap era revolusi industri 4.0, disrupsi teknologi, dan pandemi Covid-19.

Baca Juga: Sepulang dari Penutupan PON XX Papua, Ridwan Kamil Takziah Keluarga Pelajar MTs Harapan Baru Ciamis

“Ini mau kita bawa, BUMN ini go global, bersaing di internasional.

Jadi, ya mulai harus menata, adaptasi pada model bisnisnya, teknologinya, paling penting ini.

Dunia sudah kayak gini, revolusi industri 4.0, disrupsi teknologi, ada pandemi,” ucap Presiden sebagaimana dilansir dari laman resmi Setpres RI.

Baca Juga: Terkait Insiden Susur Sungai Pelajar MTs Harapan Baru, Ridwan Kamil: Semua Kegiatan Susur Sungai Dihentikan

Kepala Negara meminta seluruh perusahaan BUMN untuk dapat beradaptasi pada model bisnis baru seiring dengan perkembangan teknologi, salah satunya dengan bekerja sama dan berkolaborasi dengan perusahaan global lainnya.

“Kalau mau cepat, kita beradaptasi itu, cara yang paling cepat adalah ber-partner, perusahaan global mana yang paling baik, ajak, pasti mau itu dengan kita,” ucapnya.

Di samping itu, Presiden pun mengingatkan perusahaan BUMN untuk memperhatikan aspek perekonomian dan indikator tingkat efisiensi dari investasinya atau internal rate of return (IRR).

Baca Juga: Piala Thomas 2020 : Berjuang Selama 100 Menit, Jonatan Christie Mampu Kalahkan Antonsen

“Tolong dihitung, karena apa pun BUMN ini adalah perusahaan negara, social impact-nya dihitung juga.

Dan yang paling penting, review terus keekonomiannya.

Berhitung, kalkulasi, sehingga kita bisa tahu pertumbuhan ke depan itu akan seperti apa,” tutur Kepala Negara.

Baca Juga: 2021, 1.856 Pinjol Telah Ditutup dan Pemerintah Akan Adakan Moratorium Izin Pinjol

Presiden menuturkan, untuk dapat bertahan pada era revolusi industri 4.0, suatu perusahaan perlu menyiapkan SDM dan ekosistemnya agar dapat beradaptasi pada perkembangan teknologi tersebut.

“Yang namanya transformasi bisnis, yang namanya adaptasi teknologi sudah menjadi keharusan dan tidak bisa tidak. Kita hanya hitungan kita, kita ini balapan,” tandas Presiden.***

Halaman:
1
2

Editor: Susanto

Sumber: Sekretariat Presiden RI

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terdata, 1.378 Rumah Rusak Akibat Gempa Bumi Banten

Selasa, 18 Januari 2022 | 06:47 WIB
X