Ketua MUI Cholil Nafis Kritik Pergeseran Libur Hari Besar Keagamaan Tak Relevan

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 06:15 WIB
Ketua MUI Pusat, KH Cholil Nafis (SM Banyumas/dok twitter @cholilnafis)
Ketua MUI Pusat, KH Cholil Nafis (SM Banyumas/dok twitter @cholilnafis)

JAKARTA, suaramerdeka-banyumas.com-Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat, KH Cholil Nafis menilai pergeseran libur agama atau hari besar keagamaan (HBK) di saat pandemi Covid-19 yang mulai reda tak relevan lagi.

Hal itu disampaikan dalam cuitan di akun twitternya @cholilnafis 11 Oktober 2021.

Cholil Nafis mengatakan kondisi saat ini WFH dan Covid-19 mulai reda bahkan hajatan nasional juga sudah mulai normal.

Baca Juga: Hasil Piala Thomas 2020 : Shesar Vito Bawa Indonesia Unggul 3-2 Laga Kontra Thailand

'Saat WFH n Covid-19 mulai reda bahkan hajatan nasional mulai normal sepertinya menggeser hari lebir keagaama dg alasan agar tak banyak mobilitas lburan warga n tdk berkerumun sdh tak relevan. Keputusan lama yg tak diadaptasikan dg berlibur pd waktunya merayakan acara keagamaan'

Sebelumnya, Cholil Nafis juga menulis cuitannya soal banyakna hari libur kerja karena menghormati Hari Besar Keagamaan (HBK).

Dalam cuitannya tersebut, ia memberikan pandangan kalau libur itu mengikuti HBK bukan sebaliknya yaitu HBK yang mengikuti hari libur.

Baca Juga: Hasil Piala Thomas 2020 : Minions Sumbang Poin, Indonesia Samakan Kedudukan

Indonesia paling banyak libur kerja karena menghormati hari besar keagamaan (HBK). Jadi libur itu mengikuti HBK bukan HBK yg mengikuti hari libur. Jk ada penggeseran hari libur ke stlh atau sebelum HBK berarti bonus krn kita memang selalu libur.***

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Terkini

Santri Berkontribusi Mengedukasi Disiplin Prokes

Minggu, 24 Oktober 2021 | 08:44 WIB
X