Vaksin Sputnik-V, Janssen dan Convidecia Resmi Dapat Ijin Edar

- Senin, 13 September 2021 | 10:11 WIB
ilustrasi petugas medis dalam persiapan memberikan vaksin.(SM/pixabay)
ilustrasi petugas medis dalam persiapan memberikan vaksin.(SM/pixabay)

JAKARTA, suaramerdeka-banyumas.com-Ada 3 vaksin Covid-19 yang baru mendapatkan Izin Penggunaan Darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat Makanan (BPOM), yakni Vaksin Sputnik-V pada 25 Agustus 2021 lalu, dan Vaksin Covid-19 Janssen serta Vaksin Convidecia pada 7 September 2021.

Sebagaimana dirilis dalam laman resmi Satgas Penanganan Covid-19, disebutkan pemberian izin penggunaan darurat (EUA/Emergency Use Authorization) ini melengkapi Vaksin Covid-19 lain. 

Vaksin yang sudah mendapatkan EUA sebelumnya di Indonesia: Vaksin CoronaVac (Sinovac), Vaksin Covid-19 Bio Farma (dari bahan baku produksi Sinovac), Vaksin AstraZeneca, Vaksin Sinopharm, Vaksin Moderna, Vaksin Comirnaty (Pfizer dan BioNTech).

Baca Juga: PKB Purbalingga Usung Cak Imin Capres 2024

Vaksin Covid-19 Sputnik-V didaftarkan oleh PT Pratapa Nirmala sebagai pemegang EUA dan dikembangkan oleh The Gamaleya National Center of Epidemiology and Microbiology di Rusia, sedangkan vaksin Janssen didaftarkan oleh PT Integrated Health Indonesia (IHI) sebagai pemegang EUA dan dikembangkan Janssen Pharmaceutical Companies.

Vaksin Convidecia didaftarkan oleh PT Bio Farma sebagai pemegang EUA dan dikembangkan CanSino Biological Inc. dan Beijing Institute of Biotechnology.

Ketiganya menggunakan platform Non-Replicating Viral Vector, serta diperuntukkan untuk usia 18 tahun ke atas.

Baca Juga: Latih Tanding Perdana Lawan Batavia FC, PSCS Cilacap Sarangkan Empat Gol

Untuk vaksin Sputnik V akan disuntikkan 2x (@ 0,5 mL per dosis) dengan interval 3 minggu (21 hari), sedangkan vaksin Janssen dan vaksin Convidecia hanya disuntikkan masing-masing 1x saja. 

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Terkini

Terdata, 1.378 Rumah Rusak Akibat Gempa Bumi Banten

Selasa, 18 Januari 2022 | 06:47 WIB
X