Menyemai Asa, Mewujudkan Cita-cita

- Sabtu, 8 Oktober 2022 | 23:19 WIB
MENGOPERASIKAN MESIN FRAIS : Nikmatul (17) dan Jerliyana (16), siswi jurusan Teknik Pemesinan SMKN Jateng Kampus Purbalingga, mengoperasikan mesin frais saat praktikum, Jumat (7/10/2022). Sekolah dengan jumlah 283 siswa dari keluarga kurang mampu tersebut digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (SMBanyumas/Dian Aprilianingrum)
MENGOPERASIKAN MESIN FRAIS : Nikmatul (17) dan Jerliyana (16), siswi jurusan Teknik Pemesinan SMKN Jateng Kampus Purbalingga, mengoperasikan mesin frais saat praktikum, Jumat (7/10/2022). Sekolah dengan jumlah 283 siswa dari keluarga kurang mampu tersebut digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (SMBanyumas/Dian Aprilianingrum)



TIGA siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Jawa Tengah Kampus Purbalingga, tampak riang berbincang usai mengikuti latihan senam kreasi, Jumat 7 Oktober 2022.

Mereka mengikuti kegiatan tersebut untuk mempersiapkan diri tampil dalam rangkaian kegiatan Pendidikan Dasar Kedisiplinan (PDK) 2022. Selain senam kreasi, para siswa juga mengikuti latihan Peraturan baris Berbaris (PBB), pencak silat dan tongkat pramuka.

Nur Rahmadani (15), pelajar kelas X jurusan Teknik Pengelasan mengaku senang bersekolah di sekolah yang beralamat di Jl. Letjen Sudani (Perempatan Gemuruh), Purbalingga Lor, Kecamatan Purbalingga.

Warga Kabupaten Cilacap itu mendapat informasi untuk melanjutkan ke SMKN Jateng Kampus Purbalingga dari SMP tempat ia bersekolah dulu. Kala itu guru menginformasikan sekolah yang direkomendasikan tidak memungut biaya apapun alias gratis.

Baca Juga: Kemenag Susun Regulasi Pencegahan Tindak Kekerasan pada Pendidikan Agama dan Keagamaan

Ia pun tak pikir panjang untuk menentukan pilihan sekolahnya. Ia langsung minat bersekolah di situ untuk mengejar cita-cita melanjutkan sekolah ke jenjang selanjutnya yang dapat menjadi bekal untuk masa depannya.

Di samping itu, pilihannya ini untuk meringankan beban keluarga, karena ia menganggap masuk di sekolah lain membutuhkan biaya tidak sedikit. Apalagi, orang tuanya yang bekerja menjadi buruh harian lepas tentu cukup keberatan.

"Saya ingin mengangkat harkat martabat orang tua. Saya ingin terus belajar menggapai cita-cita untuk masa depan," tutur anak pertama dari dua bersaudara itu.

Ia pun optimistis dengan ketekunan belajar akan mengubah kehidupan yang lebih baik. Apalagi ia terinspirasi dari para alumni yang telah bekerja di sebuah perusahaan dan melanjutkan kuliah.

SMKN Jateng Kampus Purbalingga memiliki dua program keahlian, yaitu Teknik Pemesinan dan Teknik Pengelasan.

Sekolah tidak memungut biaya karena seluruh kebutuhan siswa dianggarkan dari APBD Provinsi Jawa Tengah serta bantuan sejumlah pihak seperti BUMD dan swasta, peralatan sekolah, seragam dan makan.

Baca Juga: Turnamen Futsal Antar SMA di Kawasan Pendidikan Telkom Terpadu Purwokerto Ricuh, Tiga Orang Dilarikan ke RS

Para siswa yang bersekolah harus tinggal di asrama yang telah disediakan karena sekolah mengusung konsep boarding school. Dengan tinggal di asrama mereka banyak sekali aktivitas yang dikerjakan, selain mendapatkan pendidikan kejuruan.

Di antaranya yang melekat yaitu pendidikan karakter. Mereka diajari kedisiplinan, kemandirian, toleransi dan budi pekerti. Seperti bangun tidur pukul 04.00 WIB, shalat berjamaah, mengaji, olahraga, piket asrama hingga makan dengan teratur.

"Kalau di rumah saya biasa bangun pukul 06.00 WIB. Tapi di sini lebih pagi. Awal berat, tapi sekarang sudah terbiasa. Seperti mencuci baju juga sendiri. Banyak sekali yang saya dapat di luar pendidikan kejuruan," kata siswa lain, Hendriansyah (16).

Pria berambut cepak ini juga bersyukur dapat sekolah gratis yang melatih kemandirian dan kedisiplinan. Saat tinggal di asrama, para siswa juga tidak diperbolehkan keluar dari lingkungan sekolah. Pengelola sekolah memberikan aturan pulang ke rumah tiga bulan sekali.

"Saya senang pendidikan karakter ini untuk melatih mental dan kedisiplinan. Ini juga menjadi bekal saya ke depan menjadi pribadi yang lebih baik lagi," kata siswa asal Kecamatan Padamara, Purbalingga ini.

Ia juga ingin membuktikan kepada orang tua dengan prestasi. Apalagi, sekolah memberikan keluasan kesempatan mengikuti kegiatan baik akademik maupun non akademik.

"Meskipun saya dari keluarga kurang mampu, saya ingin menunjukkan kalau saya bisa berprestasi," tuturnya.  

Motivasi para siswa ini terinspirasi dari kakak kelas yang telah lulus. Mereka sebagian ada yang melanjutkan jenjang kuliah dengan beasiswa maupun bekerja di sebuah perusahaan. Apalagi, pihak sekolah telah bekerja sama dengan PT Komatsu Indonesia dalam menyalurkan kebutuhan tenaga kerja.

Purnomo Adi Nugroho, salah satu alumni dari jurusan Teknik Pemesinan 2020 menuturkan, setelah menyelesaikan sekolah di SMK Jateng Kampus Purbalingga ia dapat melanjutkan studi di Politeknik Ilmu Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM dengan beasiswa.

Kepala SMK Jateng Kampus Purbalingga, Budi Rahwanto mengatakan, setiap tahun terdapat enam lulusan yang diterima bekerja di perusahaan Jepang.

Baca Juga: Komunikasi Keluarga Terhadap Pendidikan Anak

Selain menelurkan sumber daya manusia (SDM) yang siap kerja, sekolah juga menyalurkan lulusan untuk bekerja di sektor industri. Bahkan, bagi yang memiliki minat berwirausaha, sekolah rutin tiap minggu mengundang narasumber untuk mengisi materi entrepreneur (kewirausahaan) atau alumni yang sukses untuk memotivasi siswa.

"Harapannya lulus dari SMK Jateng anak tidak hanya bekerja saja, tapi anak lulus harus punya BMW, yaitu Bekerja, Melanjutkan kuliah dan Wirausaha," kata Budi Rahwanto.

Saat ini, SMKN Jateng Kampus Purbalingga memiliki 283 siswa. Perinciannya, 96 siswa kelas X, 95 siswa kelas XI, dan 92 siswa kelas XII. Keberadaan sekolah ini wujud kehadiran pemerintah dalam memberikan kesempatan bagi anak tidak mampu untuk melanjutkan sekolah guna menyiapkan SDM berkualitas sehingga dapat mengentaskan kemiskinan.

Di samping itu, keberadaan sekolah ini memberikan manfaat besar dalam menyemai asa bagi anak-anak kurang mampu dalam mewujudkan cita-cita guna menggapai masa depan yang lebih baik melalui jalur pendidikan. (***)

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X