Yakinlah Sumpah... Di Rembang Ada Gang Diberi Nama Kondom

- Jumat, 30 Juli 2021 | 14:08 WIB
GANG KONDOM: Salah satu gang di Dukuh Torejo, Desa Mondoteko, Kecamatan/Kabupaten Rembang, yang diberi nama dengan nama alat kontrasepsi termasuk Gang Kondom
GANG KONDOM: Salah satu gang di Dukuh Torejo, Desa Mondoteko, Kecamatan/Kabupaten Rembang, yang diberi nama dengan nama alat kontrasepsi termasuk Gang Kondom


Cara unik dilakukan oleh pegiat program Keluarga Berencana (KB) Dukuh Torejo, Desa Mondoteko, Kecamatan/Kabupaten Rembang. Demi menyukseskan pencanangan kampung KB, mereka memberi nama gang-gang di sana dengan alat-alat kontrasepsi.

ORANG yang kali pertama berkunjung ke Dukuh Torejo mungkin agak kaget dan risih. Sebab, saat masuk wilayah dusun tersebut, mereka akan melewati Gang Kondom. Tentu terasa aneh, karena umumnya gang dinamai dengan tengara yang lebih umum. Ternyata, di dusun tersebut tidak hanya terdapat Gang Kondom untuk mengidentifikasi keberadaan kampung KB.

Semua gang di sana memiliki nama alat kontrasepsi, seperti Gang Suntik, Gang Pil, Gang MOP (Metode Operasi Pria), Gang MOW (Metode Operasi Wanita), Gang Implant, serta Gang IUD. Adalah Yuli Citro Wiyono, lelaki yang menjadi salah seorang inisiator penamaan gang-gang unik tersebut. Ia merupakan Ketua Kelompok Kerja Kampung KB Dukuh Torejo.

Saat kali pertama kali, nama gang-gang nyeleneh itu sempat menjadi sasaran protes warga. Sebagian masyarakat menganggap hal itu kurang pantas, mengingat masih banyak namanama lain yang bisa digunakan.

Yuli bergeming. Dia tetap melanjutkan penamaan gang-gang tersebut dengan titel alat kontrasepsi.

Belakangan, apa yang dilakukannya itu didukung oleh para tokoh masyarakat. Mereka sepakat, lantaran langkah itu menjadi pengingat bagi pasangan suamiistri sah yang berada di usia subur agar memanfaatkan alat kontrasepsi sebagaimana mestinya. Pelan tapi pasti, masyarakat akhirnya menerima.

Apalagi, tujuannya baik dan bisa menjadi sosialisasi penggunaan alat kontrasepsi. ”Alasan saya memberikan namanama itu karena dukuh kami dijadikan kampung KB. Selain itu, ini untuk menggiatkan peserta KB di kampung. Dukuh kami menjadi kampung KB sejak 2017,” terang Yuli.

Meningkat

Usaha Yuli ternyata tidak sia-sia. Ia mengklaim jumlah peserta KB di kampungnya sejak ada penamaan gang itu meningkat.

Namun jumlahnya memang tidak signifikan. Sebab, pasangan yang memasuki masa menopause tidak perlu lagi mengikuti program KB. ''Jumlah keluarga di dukuh kami 117. Sebagian sudah mengikuti program KB. Sebagian lagi tidak karena memang ada pasangan yang sudah memasuki masa menopause,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Terkini

Basarnas Tutup Operasi SAR Kapal Pengayoman IV

Jumat, 17 September 2021 | 20:25 WIB
X