BPJAMSOSTEK Berikan Bantuan Protese Tangan Robotik Bagi Pekerja yang Alami Kecelakaan Kerja

- Rabu, 29 Juni 2022 | 10:26 WIB
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) bersama Direktur Utama BPJAMSOSTEK Anggoro Eko Cahyo dan Direktur Utama Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) Sutopo Patria Jati melihat langsung pemasangan protese tangan robotik (filly hand) di rumah sakit RSND, Semarang. (foto dok BPJAMSOSTEK)
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) bersama Direktur Utama BPJAMSOSTEK Anggoro Eko Cahyo dan Direktur Utama Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) Sutopo Patria Jati melihat langsung pemasangan protese tangan robotik (filly hand) di rumah sakit RSND, Semarang. (foto dok BPJAMSOSTEK)

SEMARANG, suaramerdeka-banyumas.com - Eko Suryanto, seorang pekerja yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) mendapatkan perawatan kecelakaan kerja sampai dirinya sembuh, sekaligus mendapat bantuan protese tangan robotik tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun.

Eko Suryanto bekerja sebagai operator maintenance di PT. Sinar Agung Selalu Sukses. Ia mengalami kecelakaan kerja saat sedang membersihkan mesin conveyor yang mengakibatkan tangannya tergilas roda conveyor. Akibat kejadian itu tangan Eko Suryanto harus diamputasi.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) bersama Direktur Utama BPJAMSOSTEK Anggoro Eko Cahyo dan Direktur Utama Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) Sutopo Patria Jati melihat langsung pemasangan protese tangan robotik (filly hand) di rumah sakit RSND, Semarang.

Filly hand merupakan inovasi yang dikembangan para ahli di Universitas Diponegoro. Tangan palsu jenis ini memiliki sejumlah keunggulan yakni mudah dioperasikan, harganya jauh lebih murah dan 90 persen suku cadangnya tersedia di dalam negeri.

RSND sendiri merupakan salah satu rumah sakit kerja sama BPJS Ketenagakerjaan yang menangani kecelakaan kerja atau biasa dikenal Pusat Pelayanan Kecelakaan Kerja (PLKK).

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Membiayai Perawatan Prantino Tanpa Batas Biaya

Anggoro Eko Cahyo dalam keterangannya mengatakan, kehadirannya di Semarang tersebut untuk menyaksikan langsung bagaimana proses pemasangan hingga penggunaan filly hand yang merupakan hasil inovasi dan karya terbaik anak-anak bangsa.

"Kita perlu mengapresiasi Rumah Sakit Nasional Diponegoro, yang telah banyak membuat protese untuk membantu masyarakat yang membutuhkan alat-alat bantu. Ini akan menambah semangat dan motivasi pasien kecelakaan kerja dalam menjalani kehidupannya ke depan," kata Anggoro.

Hal ini, sambung dia, merupakan salah satu fokus BPJAMSOSTEK untuk memberikan fasilitas-fasilitas terbaik bagi peserta, sehingga jika risiko terjadi, pekerja akan langsung tertangani dengan optimal.

Halaman:

Editor: Puji Purwanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Menabur Asa Menuju Petani Gula Sejahtera

Senin, 18 Juli 2022 | 23:46 WIB
X