23.487 ekor Hewan Ternak di Jateng Suspek PMK, Jaga Ternak dan Bolo Ternak Digerakkan

- Kamis, 23 Juni 2022 | 08:06 WIB
Kapolres Banjarnegara dan jajarannya saat mengunjungi peternakan untuk pencegahan penularan PMK hewan ternak ( SM Banyumas/dok instagram Polres Banjarnegara)
Kapolres Banjarnegara dan jajarannya saat mengunjungi peternakan untuk pencegahan penularan PMK hewan ternak ( SM Banyumas/dok instagram Polres Banjarnegara)
 
SEMARANG, suaramerdeka-banyumas.com- Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Jateng Agus Wariyanto menyatakan hingga Senin 20 Juni 2022, jumlah 23.487 ekor ternak di Jawa Tengah menjadi suspek atau terduga mengalami gejala Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). 
 
Dari 23.487 ekor tersebut sebanyak 300 ekor di antaranya dinyatakan positif PMK, melalui uji medis.
 
Dari jumlah ternak terduga PMK, sebanyak 20.254 ekor mendapatkan pengobatan. Dari prosedur itu 4.949 ekor dinyatakan membaik, sisa kasus 18.163 ekor ternak dipotong 259 ekor dan mati 116 ekor.
 
 
Adapun, total populasi ternak berisiko PMK mencapai 8.286.534 ekor. Itu terdiri dari sapi 2.016.564 ekor, kerbau 58.190 ekor, kambing 3.790.059 ekor, domba 2.333.425 ekor, dan babi 88.296 ekor.
 
“Pak Gubernur juga melakukan gerakan Jaga Ternak dan Bolo Ternak. Kedua gerakan itu, seperti Jogo Tonggo saat Covid-19 dulu. Pemerintah harus hadir, juga dengan semua pihak yang memunyai perhatian, baik komunitas hingga perguruan tinggi,” pungkas Agus.
 
Agus menyatakan, Pemprov Jateng gencar melakukan penyehatan bagi ternak terinfeksi virus PMK.
 
 
Di antaranya dengan penyuntikan vitamin, antibiotik, antihistamin, analgesik, dan pengobatan pada luka nampak.
 
Selain itu, layanan pengobatan juga dilakukan pada 16 Balai Veteriner di Jateng.
 
Untuk menangani permasalahan PMK ini, Provinsi Jawa Tengah mendapatkan 1.500 dosis vaksin penangkal Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
 
Dijadwalkan, vaksinasi dimulai pada Kamis (23/6/2022). Vaksin tersebut diprioritaskan bagi ternak sehat, yang berada di pusat pembibitan dan sapi perah.
 
 
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Jateng Agus Wariyanto mengatakan, 1.500 vaksin itu kini disimpan pada fasilitas cold storage, dengan kapasitas 200 ribu-500 ribu dosis. Setelah dialokasikan, kemudian didistribusikan ke kabupaten/kota.
 
“(Vaksin) 1.500 unit itu kan terbatas, ada perintah dari pusat (Kementan) yang terpenting dari tempat balai pembibitan dan sapi perah. (Jumlah) itu tentu belum cukup, namun harus segera diaplikasikan, sambil jalan. Ini baru kita alokasikan, paling tidak besok kabupaten terpilih kita suruh ambil, karena tidak semuanya,” urai Agus.***
 

Editor: Susanto

Sumber: jatengprov.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemprov Jateng Terima 205 Aduan THR

Senin, 9 Mei 2022 | 14:58 WIB
X