Dapat 1.500 Dosis Vaksin PMK, Jateng Mulai Vaksinasi Hewan Ternak Hari ini

- Kamis, 23 Juni 2022 | 07:59 WIB
PEMERIKSAAN: Ternak sapi di Pasar Hewan yang demam dan terindikasi terkena PMK diperiksa petugas. (SM Banyumas/dok)
PEMERIKSAAN: Ternak sapi di Pasar Hewan yang demam dan terindikasi terkena PMK diperiksa petugas. (SM Banyumas/dok)
SEMARANG, suaramerdeka-banyumas.com- Provinsi Jawa Tengah menjadwalkan mulai Kamis 23 Juni 2022 ini akan memulai vaksinasi vaksin penangkal Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terutama bagi hewan ternak yang berada di pusat pembibitan dan sapi perah.  
 
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Jateng Agus Wariyanto menyatakan hal tersebut. 
 
Agus menjelaskan, vaksinasi yang dilakukan ini merupakan tahap vaksin darurat. Nantinya, pada akhir Agustus, vaksinasi massal akan digenjot.
 
 
“Kamis 23 Juni 2022 paling lambat, mungkin bisa lebih cepat kita wanti-wanti segera-segera, karena ini kan untuk pencegahan,” katanya sebagaimana dikutip dari laman resmi Pemprov Jateng.  
 
Dikatakan, alasan pemilihan target vaksinasi sudah melalui kajian. Untuk sapi perah menjadi prioritas, karena PMK sangat berpengaruh pada produksi susu. Sementara, untuk sapi potong, sapi lokal  atau peranakan ongole (PO), juga kerbau cenderung lebih kuat.
 
Adapun, vaksinasi PMK diprioritaskan bagi daerah yang memunyai populasi sapi perah tinggi. Total jumlah populasi sapi perah di Jateng mencapai 141.395 ekor. Daerah dengan populasi sapi perah tinggi, di antaranya, Boyolali, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga dan Klaten.
 
 
Agus menuturkan Jateng mendapatkan 1.500 vaksin  dari Kementerian Pertanian dan kini disimpan pada fasilitas cold storage, dengan kapasitas 200 ribu-500 ribu dosis. Setelah dialokasikan, kemudian didistribusikan ke kabupaten/kota. 
 
“(Vaksin) 1.500 unit itu kan terbatas, ada perintah dari pusat (Kementan) yang terpenting dari tempat balai pembibitan dan sapi perah. (Jumlah) itu tentu belum cukup, namun harus segera diaplikasikan, sambil jalan.
 
Ini baru kita alokasikan, paling tidak besok kabupaten terpilih kita suruh ambil, karena tidak semuanya,” urai Agus.
 
 
 
 
Sedangkan, untuk hewan yang telanjur sakit Agus menyebut harus disehatkan terlebih dahulu. Untuk program vaksinasi massal, Agus mengatakan akan dimulai pada akhir Agustus tahun ini.
 
“Nanti akan ada petugas khususnya, di kabupaten juga disiapkan. Kita ada tim supervisi untuk memperkuat, kita hitung, kabupaten siap atau tidak.
 
(Vaksinasi PMK) harus terprogram dan jangan menumpuk serta harus segera, sambil menunggu (vaksin) dari pusat,” jelasnya.***

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kepala Kantor Kemenag Grobogan Ditemukan Gantung Diri

Selasa, 27 September 2022 | 11:47 WIB

Ini Kronologi Hilangnya ASN Bapenda Kota Semarang

Minggu, 11 September 2022 | 07:44 WIB
X