Banjir Akibat Rob Pasang Air Laut di 10 Titik Wilayah Provinsi Jateng Mulai Surut

- Kamis, 23 Juni 2022 | 07:48 WIB
PELABUHAN Tanjung Mas Kota Semarang menjadi kawasan terdampak banjir rob akibat jebolnya tanggul jebol pelabuhan kemarin.(SM Banyumas/dok tangkapan layar instagram @ganjae_pranowo)
PELABUHAN Tanjung Mas Kota Semarang menjadi kawasan terdampak banjir rob akibat jebolnya tanggul jebol pelabuhan kemarin.(SM Banyumas/dok tangkapan layar instagram @ganjae_pranowo)

SEMARANG, suaramerdeka-banyumas.com –Banjir rob akibat pasang air laut di 10 titik wilayah pesisir utara Jawa Tengah dipastikan mulai surut oleh pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah. 
 
Kepala Bagian Tata Usaha BPBD Jateng Safrudin mengatakan rob di Jateng pada 20 Juni melanda 10 kabupaten/ kota. Yaitu Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kota Semarang, Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kendal, Brebes, Demak, Batang, dan Pemalang.
 
“Dengan ketinggian rata-rata 30-70 cm. Penanganan semakin membaik karena kita telah menginformasikan jauh hari sebelum tanggal 20 Juni. Dari awal telah menginformasikan ke kabupaten kota di pantura dan pesisir selatan, untuk antisipasi gelombang tinggi,” katanya sebagaimana dikutip dari laman resmi Pemprov Jateng.
 
 
Dijelaskan Saftrudin, berdasarkan prakiraan BMKG bahwa banjir rob surut, pada Selasa 21 Juni 2022. 
  
“Dilihat tanggal 21 Juni, pukul 14.15 WIB itu puncaknya. Turun sampai pukul 22.00 WIB titik terendah. Itu prakiraan BMKG dilihat dari sini, di Pelabuhan (Tanjung Emas) turun. Semua semakin surut (pantauannya),” kata Safrudin di kantornya, Selasa malam.
 
Ditambahkan, BMKG telah memperkirakan waktu akan adanya gelombang tingg. Termasuk yang terjadi pada 20 Juni.
 
 
BPBD Jateng sudah menginformasikan terkait dengan potensi, ancaman pasang tinggi air melalui surat yang ditandatangani Sekda Jateng, termasuk telah merapatkan hal tersebut.
 
“Jadi kami  sudah mempersiapkan informasi. Sehingga teman kabupaten/kota juga mau tidak harus siap, teman kabupaten/kota sudah melakukan kesiapan lebih baik.
 
Mereka bisa mengonsolidasikan sumber daya yang ada. Dalam rangka antisipasi ancaman pasang,” ujar Safrudin.
 
 
Dia menjelaskan, Pemprov Jateng selalu memonitor perkembangan tersebut, termasuk siap menghadapi kondisi buruk sekalipun, salah satunya dengan siapkan logistik, termasuk, antisipasi telah dilakukan.
 
Seperti halnya menyiapkan kantong berisi pasir (sand bag) hingga puluhan ribu karung.
 
“Kita siapkan sand bag, bukan hanya kami sebanyak 29 ribu tapi ada (Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana 17 ribu, Dinas Pusdataru Jateng 11 ribu,” tambahnya.
 
 
Tidak hanya itu, dari pihak BBWS Pemali Juwana juga menyiapkan mesin pompa sebanyak lima unit, PT Pelindo 13 unit pompa, dan dari sejumlah perusahaan di Tanjung Emas juga memiliki pompa untuk menangani rob.

Editor: Susanto

Sumber: jatengprov.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kepala Kantor Kemenag Grobogan Ditemukan Gantung Diri

Selasa, 27 September 2022 | 11:47 WIB

Ini Kronologi Hilangnya ASN Bapenda Kota Semarang

Minggu, 11 September 2022 | 07:44 WIB
X