Ahmad Tohari Dapatkan Anugerah Senator Indonesia B-52 Bidang Sastra

- Rabu, 8 Juni 2022 | 17:48 WIB
TERIMA PENGHARGAAN: Budayawan dan sastrawan asal Banyumas Ahmad Tohari mendapatkan penghargaan Anugerah Senator Indonesia B-52 Bidang Sastra di Fakultas Ilmu Budaya Unsoed Purwokerto Rabu 8 Juni 2022.(SM Banyumas/dok)
TERIMA PENGHARGAAN: Budayawan dan sastrawan asal Banyumas Ahmad Tohari mendapatkan penghargaan Anugerah Senator Indonesia B-52 Bidang Sastra di Fakultas Ilmu Budaya Unsoed Purwokerto Rabu 8 Juni 2022.(SM Banyumas/dok)

PURWOKERTO, suaramerdeka-banyumas.com-Budayawan dan sastrawan asal Banyumas Ahmad Tohari mendapatkan penghargaan Anugerah Senator Indonesia B- 52 Bidang Sastra dari Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Provinsi Jawa Tengah pada Rabu 8 Juni 2022 di
Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.

Pemberian penghargaan itu dilaksanakan anggota DPD RI Dapil Jawa Tengah Dr Abdul Kholik SH MSi.

Acara itu juga disiarkan secara daring dengan fasilitasi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unsoed Purwokerto dan turut memberikan sambutan Rektor Unsoed Purwokerto, Prof Dr Akhmad Sodiq dan
Dekan FIB Unsoed Dra Roch Widjatini MSi.

Baca Juga: Ganjar Bertemu Luhut, Rencana Harga Tiket Borobudur Naik Ditunda

Abdul Kholik menerangkan Anugerah Senator Indonesia atau Indonesia Senator Award ini didedikasikan kepada siapa saja, perseorangan atau kelompok yang memiliki kemaslahatan dan
kemanfaatan masyarakat.

Penghargaan ini juga menjadi apresiasi apresiasi untuk mendorong sikap, pengabdian kepada masyarakat dan negara, semangat berbuat baik pada sesama, sikap menjunjung tinggi profesionalisme, prestasi di berbagai bidang
dan keteladanan yang dapat menjadi motiviasi generasi penerius maupun masyarakat umum.

"Sosok Ahmad Tohari terpilih dari puluhan tokoh lainnya karena dinilai seseorang yang mampu memperkokoh tradisi sastra realisame di Indonesia. Dia juga sosok yang tanggap kritis terhdap masalah sosiokultural masyarakat di pedesaan," kata Abdul Kholik.

Baca Juga: Harga Telur Ayam dan Tepung Terigu Naik

Selain sosok pengarang novel Ronggeng Dukuh Paruk ini, dengan tanggan yang dingin mampu membuat sastra hidup secara wajar
di masyarakat.

Di tangannya sastra tidak diperbudak, untuk
menyampaikan buah pikir tetapi menjadi organisme yang hidup dengan nalarnya sendiri.

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Menabur Asa Menuju Petani Gula Sejahtera

Senin, 18 Juli 2022 | 23:46 WIB
X