Pledoi Dibacakan Sendiri, Bupati Banjarnegara Nonaktif Sebut Tuntutan Jaksa KPK Tak Sesuai Fakta

- Rabu, 1 Juni 2022 | 17:02 WIB
SIDANG PEMBACAAN PLEDOI: Bupati Banjarnegara nonaktif Budhi Sarwono membacakan sendiri pembelaannya (pledoi) dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa 31 Mei 2022 . (SM-banyumas/dok-)
SIDANG PEMBACAAN PLEDOI: Bupati Banjarnegara nonaktif Budhi Sarwono membacakan sendiri pembelaannya (pledoi) dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa 31 Mei 2022 . (SM-banyumas/dok-)

 

SEMARANG, suaramerdeka-banyumas.com—Bupati Banjarnegara nonaktif Budhi Sarwono membuat kejutan dalam sidang lanjutan dugaan korupsi atas dirinya, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Selasa 31 Mei 2022 kemarin.

Dalam sidang dengan agenda pembacaan pembelaan atau pledoi, ia menyebut, tuntutan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak sesuai dengan fakta-fakta yang terungkap di persidangan.

Tuntutan itu dianggap hanya berdasarkan asumsi jaksa saja.

Baca Juga: Kakek Berusia 72 Tahun Nekat Rampok Minimarket, Aksinya Digagalkan Teriakan Kasir

“Tuntutan (hukuman) penuntut umum hanya bersifat asumsi, tidak sesuai dengan fakta-fakta di persidangan,”kata Budhi saat membacakan pledoinya.

Dia menegaskan, selama menjabat sebagai bupati tidak pernah menerima  gratifikasi sebagaimana penilaian jaksa.

Menurutnya JPU KPK menyebut dirinya terbukti melanggar Pasal 12B Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

Baca Juga: Tiga Pemancing Hanyut di Purbalingga, Dua Masih Dicari

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kepala Kantor Kemenag Grobogan Ditemukan Gantung Diri

Selasa, 27 September 2022 | 11:47 WIB

Ini Kronologi Hilangnya ASN Bapenda Kota Semarang

Minggu, 11 September 2022 | 07:44 WIB
X