Santunan Kematian BPJS Ketenagakerjaan Cair, Penderes Kelapa dan Penyadap Pinus di Banyumas Bisa Bayar Hutang

- Rabu, 9 Maret 2022 | 10:38 WIB
GUBERNUR Jateng Ganjar Pranowo saat menyerahkan santunan kematian BPJS Ketenagakerjaan  kepada ahli waris penderes di Banyumas  Selasa 8 Maret 2022.
GUBERNUR Jateng Ganjar Pranowo saat menyerahkan santunan kematian BPJS Ketenagakerjaan  kepada ahli waris penderes di Banyumas  Selasa 8 Maret 2022.

PURWOKERTO, suaramerdeka-banyumas.com-Suprinah akhirnya bisa bernapas lega.  Perajin gula kelapa ini sebelumnya sempat  terlilit hutang saat  mengurus kepergian mendiang suaminya, Dahroji Sardi.
 
Kini janda tua ini kini bisa segera melunasi hutangnya setelah menerima santunan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp 48 juta.
 
Jaminan kecelakaan kerja itu diterima Suprinah di Gedung Kantor OJK Purwokerto, Selasa 8 Maret 2022.
 
 
Mendiang Dahroji dan Suprinah adalah pasangan penderes gula kelapa di Desa Pageraji, Kecamatan Cilongok.
 
“Sehari-hari biasanya nderes 3-5 kilo (kilogram) kelapa. Ya dapetnya Rp30.000-Rp60.000-an,” ujar Suprinah.
 
Suprinah mengatakan, suaminya meninggal setelah terjatuh saat sedang bekerja. Jaminan kecelakaan kerja yang didapatnya ini, sangat meringankan perekonomian pascakepergian suami.
 
 
“Iya buat ngembaliin utang pas kemarin ngurus kematian. Terus buat hari-hari juga,” kata Suprinah.
 
Selain Suprinah, penerima lainnya adalah penyadap pinus di Banyumas Barat bernama Tuti yang diwakilkan oleh Perhutani setempat. Jumlah santunannya sebesar Rp 118 juta.
 
Suprinah dan Tuti adalah sedikit dari banyak penderes gula kelapa dan penyadap pinus yang menerima jaminan kecelakaan kerja.
 
 
Mereka tergabung dalam program MElindungi Seluruh pekeRjA dengan Gerakan perlindungAN Jaminan sosiAl ketenagakerjaan (Mesra dengan Ganjar).
 
Program tersebut, digagas aktivis benama Adib melalui Asosiasi Lembaga Masyarakat Desa Hutan Indonesia (Almadhina) dan Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (Perisai). Adib menggandeng BPJS Ketenagakerjaan.
 
Setiap bulannya, penderes gula kelapa dan penyadap pinus membayar premi Rp16.800.
 
 
“Terima kasih ini Mas Adib aktivis di sekitar hutan. Masyarakat sekitar hutan termasuk program Perhutani sudah lama banget,” kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, seusai menyerahkan secara simbolis.
 
Ganjar mengatakan, melalui Almadhina, saat ini sudah banyak keluarga penderes gula kelapa dan penyadap pinus yang terbantu.
 
“Bahkan banyak yang sudah jadi sarjana, yang terjadi mereka ini bisa membantu menjadi lokomotif untuk menjadi kekuatan ekonomi tulang punggung keluarga,” ujarnya.
 
 
Ganjar berharap, makin banyak pekerja yang sadar untuk mendaftarkan diri pada BPJS Ketenagakerjaan. Sebab, angsuran premi yang tidak tinggi dengan jaminan kecelakaan kerja, akan sangat bermanfaat bagi mereka.
 
Perwakilan BPJSTK Cabang Banyumas, Rajiv Ramuna mengatakan, hingga 2021 lalu tercatat Mesra dengan Ganjar telah mencairkan kurang lebih Rp300 juta kepada para penderes gula kelapa dan penyadap pinus di wilayah Banyumas.
 
“Karena ini mandiri, warga bisa bayar sendiri dengan premi murah. Sehingga banyak yang mulai sadar, dan dari pemprov mendukung,” ujarnya.***

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kepala Kantor Kemenag Grobogan Ditemukan Gantung Diri

Selasa, 27 September 2022 | 11:47 WIB

Ini Kronologi Hilangnya ASN Bapenda Kota Semarang

Minggu, 11 September 2022 | 07:44 WIB
X