Kalau Ada CPNS Lakukan Kecurangan di Jateng, Ganjar Tak Akan Beri Ampun

- Jumat, 29 Oktober 2021 | 16:52 WIB
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (SM Banyumas/dok humas jateng)
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (SM Banyumas/dok humas jateng)
SURAKARTA, suaramerdeka-banyumas.com-Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menegaskan tidak akan memberikan ampun jika ada CPNS yang melakukan kecurangan di Jateng.
 
 
“Sampai hari ini belum ada laporan (kecurangan di Jateng). Kemarin saya mengikuti di berita-berita. Kalau ada kecurangan di Jateng, tidak ada ampun buat saya.
 
Akan saya proses,” katanya ditemui disela acara pertemuan jajaran komisaris utama Bank Pembangunan Daerah di Hotel Alila Solo, Jumat 29 Oktober 2021.
 
 
Ganjar meminta semua menjaga integritas selama proses seleksi CPNS berlangsung.
 
Tidak boleh ada kecurangan, karena ini kesempatan bagi negara untuk mencari kader-kader dan birokrat yang bagus.
 
“Maka jangan dicemari dengan urusan kolusi, korupsi, dan nepotisme,” tegasnya.
 
 
Disinggung terkait kecurangan CPNS di berbagai daerah di Indonesia yang menggunakan teknologi, Ganjar berharap ada evaluasi dari penyelenggara.
 
Jika kecurangan itu sifatnya masif, maka harus ada audit teknologi informasi.
 
“Agar kemudian kita bisa mengetahui dan mengecek betul, itu terjadi atau tidak. Sebenarnya seperti apa dan lainnya. Ini harus diaudit,” ucapnya.
 
 
Ganjar juga meminta penyelenggara tegas dalam mengambil keputusan. Jika memang ada niat jahat untuk melakukan kecurangan itu, maka mesti dibatalkan atau diulang.
 
“Sehingga semua punya kesempatan dan hak yang sama,” pungkasnya.
 
Sebagai informasi, Menpan RB Tjahjo Kumolo telah menerima laporan terkait kecurangan SKD CPNS yang terjadi di sejumlah titik lokasi.
 
 
Di antaranya di Buol, Enrekang, Mamuju, Lampung, Makassar, dan lokasi lainnya.
 
Kecurangan yang dilakukan kebanyakan menggunakan teknologi informasi. Pada PC yang digunakan tes, ditemukan berbagai aplikasi remote yang bisa dikendalikan oleh pihak lain.
 
Sehingga dalam pengerjaan tes, diduga para peserta itu mendapat bantuan dari pihak lain.***

Editor: Susanto

Sumber: Humas Jateng

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Di Cepu, Usai Pesta Miras, Lima Orang Tewas

Kamis, 20 Januari 2022 | 11:39 WIB

Tol Yogya-Bawen Tak Akan Matikan Sektor Pertanian

Kamis, 13 Januari 2022 | 08:46 WIB

KA Unsoed Salurkan Bantuan Korban Erupsi Semeru

Senin, 10 Januari 2022 | 14:26 WIB

Viral Kabar, RSUD Kariadi Semarang Kebakaran

Kamis, 30 Desember 2021 | 21:56 WIB

Libur Nataru, Pemudik di Jateng Wajib Didata

Senin, 27 Desember 2021 | 13:18 WIB

Bupati Temanggung Dorong Jajarannya Mengedukasi Prokes

Senin, 20 Desember 2021 | 13:01 WIB

Habis Bekerja Terbitlah Vaksinasi di Malam Hari

Minggu, 19 Desember 2021 | 15:52 WIB
X