Sudah Ada Lima Proyek di Jateng, Denmark Ingin Kembangkan Investasi Energi dan Lahan Hijau

- Kamis, 23 September 2021 | 07:05 WIB
KEMBANGKAN INVESTASI: Dubes Denmark Mr Larsen saat menemui Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membicarakan pengembangan investasi energi dan pengembangan lahan hijau di Jawa Tengah kemarin (SM Banyumas/Humas Jateng)
KEMBANGKAN INVESTASI: Dubes Denmark Mr Larsen saat menemui Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membicarakan pengembangan investasi energi dan pengembangan lahan hijau di Jawa Tengah kemarin (SM Banyumas/Humas Jateng)
 
SEMARANG –Denmark tertarik  lagi untuk terus mengembangkan investasi di sektor energi dan pengembangan lahan hijau di Provinsi Jawa Tengah.
 
Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Mr Lars Bo Larsen menyatakan hal itu kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat berkunjung ke Pemprov Jateng, Rabu 22 September 2021.
 
“Kami tertarik utamanya investasi di bidang energi dan pengembangan lahan hijau di Jateng,” kata Larsen sebagaimana rilis berita Humas Jawa Tengah
 
 
Sampai saat ini, lanjut Larsen, sudah ada tiga sampai lima proyek besar pemerintah Denmark di Jawa Tengah.
 
Proyek-proyek itu masih dalam masa pertanggungjawaban ke pemerintah Denmark.
 
“Nanti setelah itu selesai, kami akan menambah investasi ke Jateng, khususnya yang bersifat private investment dan juga swasta.
 
 
Tapi kami masih menunggu kondisi memungkinkan,” jelasnya.
 
Selain energi, menurut Larsen, ada banyak potensi investasi yang dapat dikembangkan di Jateng.
 
Denmark sudah memiliki program JCLEC yang bekerja sama dengan pemerintah Indonesia.
 
 
“Nantinya, beberapa founding-nya juga akan mengembangkan investasinya ke sejumlah sektor di Jawa Tengah,” tandasnya.
 
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyambut baik kedatangan Dubes Denmark, Mr Lars Bo Larsen.
 
Menurutnya, Denmark menjadi salah satu negara yang aktif berkomunikasi dengan Jateng terkait investasi.
 
 
“Sudah ada beberapa proyek kerja sama antara Denmark dengan Jawa Tengah. Di antaranya di Semarang, Cilacap, Karimunjawa, dan Klaten.
 
Selain itu, kerja sama di bidang ekspor impor antara Jateng dengan Denmark juga berjalan bagus,” katanya.
 
Lebih lanjut Ganjar mengatakan, pandemi memang sempat menghantam banyak sektor di Jateng, khususnya ekonomi.
 
 
Namun saat ini, pandemi sudah mulai terkendali dan program vaksinasi terus digenjot.
 
“Hari ini kami mencoba untuk membangkitkan kembali sektor-sektor ekonomi itu.
 
Kami harap pertemuan ini bisa meningkatkan kerja sama antara Denmark dengan Jawa Tengah.
 
 
Kami siap memberikan informasi yang dibutuhkan, terkait potensi investasi,” terangnya.
 
Dalam paparannya, Ganjar mengatakan banyak potensi investasi di Jateng.
 
Selain sektor energi, ada banyak lagi potensi lain seperti pariwisata, teknologi, dan lainnya.
 
 
“Kami juga memiliki Kawasan Industri Batang, sebuah kawasan industri baru yang memang disiapkan untuk memberikan peluang investasi pada para investor,” pungkasnya. 

Editor: Susanto

Tags

Terkini

Tol Yogya-Bawen Tak Akan Matikan Sektor Pertanian

Kamis, 13 Januari 2022 | 08:46 WIB

KA Unsoed Salurkan Bantuan Korban Erupsi Semeru

Senin, 10 Januari 2022 | 14:26 WIB

Viral Kabar, RSUD Kariadi Semarang Kebakaran

Kamis, 30 Desember 2021 | 21:56 WIB

Libur Nataru, Pemudik di Jateng Wajib Didata

Senin, 27 Desember 2021 | 13:18 WIB

Bupati Temanggung Dorong Jajarannya Mengedukasi Prokes

Senin, 20 Desember 2021 | 13:01 WIB

Habis Bekerja Terbitlah Vaksinasi di Malam Hari

Minggu, 19 Desember 2021 | 15:52 WIB

Bupati Pati Minta Satgas Covid-19 Diaktifkan Lagi

Rabu, 15 Desember 2021 | 11:11 WIB
X