Belajar dari SMP 4 Mrebet, Sekolah Ingin PTM, Harus Lapor, Kalau Nggak Lapor, Bubarkan!

- Kamis, 23 September 2021 | 06:53 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (SM Banyumas/Dok Humas Jateng)
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (SM Banyumas/Dok Humas Jateng)
SEMARANG, suaramerdeka-banyumas.comGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta sekolah yang ingin menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) untuk melapor agar bisa dipantau. 
 
Ganjar mengatakan, kasus klaster sekolah Purbalingga menjadi peringatan untuk semua daerah di Jateng, agar lebih berhati-hati.
 
Pihaknya sudah mengecek, dan diketahui, sejumlah sekolah di Purbalingga menggelar PTM tanpa izin.
 
 
“Menurut informasi bupati, pada prinsipnya Purbalingga belum membuka PTM. Maka saya tekankan, kenapa penting setiap sekolah yang ingin menyelenggarakan PTM untuk lapor dulu, supaya bisa dipantau,” ujarnya sebagaimana dikutip dari laman resmi Pemprov Jateng. 
 
Ganjar meminta setiap daerah tegas mengambil tindakan jika ada sekolah yang menggelar PTM tanpa izin.
 
Ganjar meminta pihak daerah tidak segan-segan untuk membubarkan PTM yang belum izin.
 
 
“Yang nggak lapor, bubarkan. Ini menjadi pembelajaran buat kita semua.
 
Seluruh sekolah baik negeri maupun swasta, siapapun yang menggelar PTM tolong laporkan agar kami bisa melakukan pengecekan sejak awal,” tegasnya.
 
Ganjar juga sudah memerintahkan seluruh daerah untuk melakukan random tes di beberapa sekolah dalam waktu-waktu tertentu.
 
 
Hal itu penting agar bisa diketahui perkembangan PTM saat ini.
 
“Saya minta segera dilakukan random tes dalam waktu-waktu tertentu.
 
Agar kita bisa mengetahui kondisinya,” pungkasnya.
 
 
Ganjar Pranowo meminta  Pemerintah Kabupaten Purbalingga bertindak cepat mengatasi klaster pembelajaran tatap muka (PTM),  yang menimpa 90 siswa SMP 4 Mrebet.
 
Selain menghentikan PTM yang sudah dilakukan, Ganjar meminta Bupati Purbalingga segera melakukan tracing terhadap 90 siswa itu.
 
“Bupati sudah memutuskan PTM di Purbalingga dihentikan semuanya.
 
 
Saya minta dilakukan tracing, dicari penyebabnya dari mana, masuknya seperti apa, agar bisa segera tertangani,” kata Ganjar ditemui di kantornya, Rabu 22 September 2021.
 

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Basarnas Tutup Operasi SAR Kapal Pengayoman IV

Jumat, 17 September 2021 | 20:25 WIB
X