Masyarakat Diminta Tak Euforia Meski Level PPKM Daerahnya Menurun

- Rabu, 15 September 2021 | 11:58 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (SM Banyumas/Dok Humas Jateng)
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (SM Banyumas/Dok Humas Jateng)

SEMARANG, suaramerdeka-banyumas.com-Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta masyarakat tidak merayakan euforia meskipun status level PPKM turun

Untuk itulah ia mendorong masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.  

“Iya mungkin (naik level lagi) memang (karena) tidak disiplin.

 Baca Juga: Untuk Kelima Kalinya, Purbalingga Raih Penghargaan WTP

Maka semua saya omongkan tidak hanya Brebes ya, jangan euforia dulu,” tegas Ganjar di kantornya, Selasa 14 September seperti dikutip dari laman resmi Pemprov Jateng.

Sebagai informasi, Kabupaten Brebes menjadi salah satu dari tiga daerah di Jawa-Bali yang masih harus menerapkan PPKM Level 4.

Hal itu berdasarkan Instruksi Menteri Dalam (Inmendagri) Nomor 42 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4, Level 3, dan Level 2 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali pada Selasa (14/9/2021).

Ganjar mengatakan, testing tetap harus berjalan meski level PPKM suatu daerah turun.

Baca Juga: Obituari Untuk Prof Rubi: Bapak Semua Orang

Ganjar tak memungkiri jika psikologis masyarakat menjadi gembira ketika mengetahui level PPKM di daerahnya turun.

“Nah kalau gembira ini kemudian tidak disiplin ini bahaya. Kami masih mengawasi terus di beberapa daerah agar mereka ketat,” ucapnya.

Pengawasan ketat itu dilakukan, lanjut Ganjar, karena dirinya mulai menerima laporan penyelenggaraan kegiatan di beberapa daerah yang tidak memenuhi protokol kesehatan.

Baca Juga: Ekonomi Masih Lesu, Banyumas Turunkan Target PAD di Perubahan APBD 2021

Gubernur mengambil contoh ketika dirinya membubarkan acara di Grobogan.

Kembali naiknya level PPKM, menurut Ganjar, juga dipengaruhi vaksinasi yang belum tinggi.

Maka, dia meminta agar tiap daerah bisa menghabiskan stok vaksin yang diterima dalam sehari.

Baca Juga: Tersangka Meninggal, Ahli Waris Kembalikan Kerugian Negara Rp 3,8 M, Perkara Pengalihan Aset KAI Dihentikan

“Ini Sragen bisa maka yang lain harus bisa. Sehari anda terima, maka hari itu juga habis dan itu ternyata nggak cukup sulit.

Karena dia harus memetakan saja titik-titik untuk vaksinnya, termasuk vaksinatornya. Ini hanya butuh satu saja, mau. Nanti kalau cepet, aman,” tegasnya. 

Halaman:
1
2
3

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tol Yogya-Bawen Tak Akan Matikan Sektor Pertanian

Kamis, 13 Januari 2022 | 08:46 WIB

KA Unsoed Salurkan Bantuan Korban Erupsi Semeru

Senin, 10 Januari 2022 | 14:26 WIB

Viral Kabar, RSUD Kariadi Semarang Kebakaran

Kamis, 30 Desember 2021 | 21:56 WIB

Libur Nataru, Pemudik di Jateng Wajib Didata

Senin, 27 Desember 2021 | 13:18 WIB

Bupati Temanggung Dorong Jajarannya Mengedukasi Prokes

Senin, 20 Desember 2021 | 13:01 WIB

Habis Bekerja Terbitlah Vaksinasi di Malam Hari

Minggu, 19 Desember 2021 | 15:52 WIB

Bupati Pati Minta Satgas Covid-19 Diaktifkan Lagi

Rabu, 15 Desember 2021 | 11:11 WIB
X