Penyikapan Perang Ukraina-Rusia Paling Alot Diperdebatkan dalam Presidensi G20

- Kamis, 17 November 2022 | 06:36 WIB
PRESIDEN Joko Widodo saat memaparkan hasil dari Deklarasi Pemimpin G20 di Badung Bali semalam.(SMBanyumas/Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr)
PRESIDEN Joko Widodo saat memaparkan hasil dari Deklarasi Pemimpin G20 di Badung Bali semalam.(SMBanyumas/Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr)

BALI, suaramerdeka-banyumas.com- Penyikapan perang Ukraina-Rusia menjadi hal yang paling alot diperdebatkan dalam ajang Presidensi G20 atau pertemuan Kepemimpinan Indonesia pada G20. 

"Diskusi mengenai hal ini berlangsung sangat-sangat alot sekali dan akhirnya para pemimpin G20 menyepakati isi deklarasi yaitu condemnation perang di Ukraina karena telah melanggar batas wilayah, melanggar integritas wilayah," ujar Presiden dalam pernyataan pers di media center di Bali International Convention Center, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Rabu, 16 November 2022 sebagaimana dikutip dalam laman Kemlu RI.

Dijelaskan Presiden, G20 membahas dampak perang terhadap kondisi perekonomian global., perang Ukraina mengakibatkan penderitaan rakyat dan makin  memperparah perekonomian global yang masih terdampak pandemi. Akibatnya risiko krisis pangan, krisis energi, dan potensi krisis finansial muncul. 

Baca Juga: Berikut ini Nomor Urut dan Nama Calon Kades Peserta Pilkades Serentak Purbalingga 2022

Meskipun awalnya diragukan banyak pihak, Presidensi G20 telah menghasilkan Deklarasi Pemimpin G20 Bali. Selain penyikapan perang Ukraina, Deklarasi Pemimpin G20 Bali yang berjumlah 52 paragraf ini juga menghasilkan sejumlah hal lainnya. 

Beberapa hasil konkret lainnya ini antara lain terbentuknya dana pandemi yang terkumpul 1,5 miliar dolar AS. Untuk membantu negara-negara yang menghadapi krisis juga terbentuk operasionalisasi resilient and sustainability trust di bawah Dana Moneter International (IMF) sejumlah 81,6 miliar dolar AS.

Untuk mekanisme transisi energi, termasuk Indonesia juga mendapatkan komitmen Just Energy Transition Programme berupa dana 20 miliar dolar AS.

Baca Juga: Mulai Dibangun, Ini Penampakan Jalan Baturraden Serang Belik yang Mulai Dibangun

Komitmen bersama untuk melindungi setidaknya 30 persen dari daratan dunia dan 30 persen lautan dunia di tahun 2030 juga disepakati. 

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X