Berikut ini Profil Salman Rushdie, Penulis Buku 'Ayat-ayat Setan' yang Ditikam di New York Jumat kemarin

- Sabtu, 13 Agustus 2022 | 09:33 WIB
SALMAN Rushdie (SM Banyumas/Dok salmanrushdie.com)
SALMAN Rushdie (SM Banyumas/Dok salmanrushdie.com)

Suaramerdeka-banyumas.com- Salman Rushdie, penulis buku kontroversial Satanic Verses atau Ayat-ayat Setan yang didakwa menghina Nabi Muhammad SAW saat pemerintahan Ayatullah Khomeini di Iran tahun 1980-an dikabarkan ditikam saat acara Chautauqua Insitute, New York, Amerika Serikat Jumat 12 Agustus 2022. 

Usai kejadian penikaman di leher tersebut, sang penulis langsung dilarikan ke rumah sakit menggunakan helikopter dan seorang lelaki diamankan oleh otoritas berwenang. 

Salman Rushdie memegang gelar doktor kehormatan dan beasiswa di enam universitas Eropa dan enam Amerika, adalah Profesor Kehormatan dalam Humaniora di M.I.T, dan Profesor Terhormat Universitas di Universitas Emory.

Saat ini, Rushdie adalah Penulis Terhormat di Tempat Tinggal di Universitas New York.

Baca Juga: Pegawai Non ASN Banyumas Tolak Outsourcing

Seperti dikutip Suara Merdeka Banyumas dari laman salmanrushdie.com, Salman Rushdie merupakan penulis dari 13 novel antara lain Grimus, Midnight's Children (yang dianugerahi Booker Prize pada tahun 1981), Shame, The Satanic Verses, Haroun and the Sea of ​​Stories, The Moor's Last Sigh, The Ground Di bawah Kakinya, Fury, Shalimar si Badut, Pesona Florence, Luka dan Api Kehidupan, Dua Tahun Delapan Bulan Dua Puluh Delapan Malam, dan Rumah Emas. Novel keempat belasnya, Quichotte, akan terbit dari Random House di Musim Gugur 2019.

Rushdie juga penulis buku cerita, Timur, Barat, dan empat karya non-fiksi – Joseph Anton – A Memoir, Imaginary Homelands, The Jaguar Smile, dan Step Across This Line. Dia adalah co-editor Mirrorwork, sebuah antologi tulisan India kontemporer, dan antologi Best American Short Stories 2008.

Antara 2004 dan 2006 ia menjabat sebagai Presiden PEN American Center dan selama sepuluh tahun menjabat sebagai Ketua Festival Sastra Internasional Suara Dunia PEN, yang ia bantu ciptakan.

Pada Juni 2007 ia menerima gelar Knighthood di Queen's Birthday Honours.

Halaman:

Editor: Susanto

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X