Presiden Zelenskyy Minta Bantuan Senjata, Jokowi Siap Beri Bantuan Kemanusiaan

- Jumat, 29 April 2022 | 20:58 WIB
PRESIDEN RI Joko Widodo (Jokowi) saat memberukan sikap terhadap konflik Rusia Ukraina (SM Banyumas/instagram @jokowi)
PRESIDEN RI Joko Widodo (Jokowi) saat memberukan sikap terhadap konflik Rusia Ukraina (SM Banyumas/instagram @jokowi)

 

JAKARTA, suaramerdeka-banyumas.com- Presiden RI Joko Widodo menyatakan siap membantu bantuan kemanusiaan daripada bantuan persenjataan kepada Ukraina. 

Itulah pernyataan Jokowi yang pada Rabu 27 April, pukul tiga sore, telah berkomunikasi melalui telepon dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.

Dari Presiden Zelenskyy, kepala negara Indonesia memperoleh informasi mengenai perkembangan situasi saat ini di Ukraina.

Selain itu, ada berbagai permintaan bantuan persenjataan dari Indonesia.

"Saya menegaskan bahwa konstitusi dan prinsip politik luar negeri Indonesia melarang pemberian bantuan persenjataan kepada negara lain.

Namun saya menyampaikan kesiapan Indonesia untuk memberikan bantuan kemanusiaan seraya berharap agar perang segera berakhir dan solusi damai melalui perundingan dapat dikedepankan, " jelasnya sebagaimana tertulis di akun instagram pribadinya @jokowi.

Jokowi mengundang Presiden Zelenskyy untuk hadir dalam KTT G20. 

"Saya mengundang Presiden Zelenskyy untuk hadir dalam KTT G20," kata Jokowi

Selanjutnya Jokowi menegasn juga telah berkomunikasi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin terkait kondisi terkini terkait Rusia dan Ukraina. 

"Tadi malam, Kamis 28 April, saya juga melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Presiden Putin juga memberikan update mengenai situasi di Ukraina, termasuk proses negosiasi yang terus berlangsung antara Rusia dan Ukraina, " ujarnya. 

Jokowi kembali tekankan pentingnya perang segera diakhiri dengan damai dan Indonesia siap berkontribusi untuk upaya damai tersebut.

Presiden Putin juga menyatakan kesediaan untuk menghadiri undangan KTT G20.

"Begitulah. Sebagai pemegang mandat Presidensi G20 tahun 2022, Indonesia ingin menyatukan G20, jangan sampai ada perpecahan. Perdamaian dan stabilitas adalah kunci bagi pemulihan dan pembangunan ekonomi dunia," tandasnya. ***

Editor: Susanto

Sumber: Instagram Jokowi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X