Vladimir Putin Wajibkan Negara Tak Bersahabat Beli Gas Rusia Pakai Rubel

- Jumat, 1 April 2022 | 15:04 WIB
pebisnis Rusia tawarkan uang Rp 1 juta dolar Amerika jika ada yang bisa menangkap Vladimir Putin. (foto: Reuters.com)
pebisnis Rusia tawarkan uang Rp 1 juta dolar Amerika jika ada yang bisa menangkap Vladimir Putin. (foto: Reuters.com)

JAKARTA, suaramerdeka-banyumas.com – Presiden Rusia, Vladimir Putin mewajibkan negara-negara yang bersikap tak bersahabat untuk membayar gas dari Rusia memakai mata uang rubel.

Dilansir dari akun twitter resmi Kedutaan Besar Rusia di Jakarta @RusEmbJakarta, Vladimir Putin menyatakan jika pembeli gas dari negara-negara tidak bersahabat menolak membayar dalam bentuk rubel, Rusia akan menganggapnya sebagai pelanggaran kontrak.

Pelanggaran kontrak tersebut dapat berujung dengan konsekuensi pada pemutusan hubungan.

"Jika pembayaran rubel tersebut tidak dilakukan, kami akan menganggap ini sebagai kegagalan pembeli untuk melakukan komitmen dengan semua implikasi berikutnya," cuit akun twitter @RusEmbJakarta yang mengutip pernyataan Putin, Jumat, 1 April 2022.

Baca Juga: Perang Rusia-Ukraina: Bola Salju Hubungan Rusia dan Barat

Sebagai informasi, pasokan gas dari Rusia menyumbang sekitar 40 persen pasokan gas Eropa.

Pembayaran dengan rubel tentu dapat menopang kekuatan mata uang yang sedang anjlok di tengah konflik Rusia terhadap Ukraina.

"Tidak ada yang menjual apa pun kepada kami secara gratis dan kami juga tidak akan melakukan amal," sambung Putin.

Presiden Putin juga menyebut pembayaran gas Rusia dalam bentuk rubel sebagai langkah penting menuju penguatan kedaulatan keuangan dan ekonomi dalam negeri Rusia.

Halaman:

Editor: Nugroho Pandhu Sukmono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X