Menlu RI Retno Marsudi : Kita Mendorong Penggunaan Nuklir untuk Tujuan Damai

- Kamis, 23 September 2021 | 11:12 WIB

JAKARTA, suaramerdeka-banyumas.com-Menteri Luar Negeri RI Retno L.P Marsudi menyerukan penggunaan nuklir untuk tujuan damai dan usaha pembangunan berkelanjutan.

Hal itu disampaikannya dalam pertemuan General Conference ke-65 Badan Energi Atom Dunia (International Atomic Energy Agency/IAEA) yang dilangsungkan secara virtual, Senin, 20 September 2021.

 
Tidak dapat dipungkiri bahwa nuklir memang dapat menjadi senjata yang mengerikan.

Baca Juga: Jenguk Siswa Isoter di SMP 4 Mrebet, Ganjar Pranowo: Jangan Stres, Anggap Saja 'Camping'

Saat ini dunia masih belum sepenuhnya terbebas dari ancaman senjata nuklir dan perlombaan senjata nuklir masih terus terjadi.
 
Namun pada saat yang sama, nuklir juga dapat digunakan untuk tujuan-tujuan yang bermanfaat bagi umat manusia.

Untuk itu, tiga aspek penting harus dipastikan, yaitu keselamatan (safety), keamanan (security), dan perlindungan (safeguards) nuklir.

Baca Juga: Dindikbud Purbalingga Bantah SMPN 4 Mrebet Curi Start PTM
 
“Kita harus terus mendorong penggunaan nuklir untuk tujuan damai,” kata Menlu RI dalam pernyataannya sebagaimana dikutip dari laman resmi Kementerian Luar Negeri. 
 
Salah satu aplikasinya adalah penggunaan teknologi nuklir untuk mengembangkan varietas padi yang unggul. Sejak 2013, Indonesia yang diwakili oleh Kelompok Peneliti Pemuliaan Tanaman Pangan (PAIR) bekerja sama dengan IAEA dan Badan Pangan Dunia (FAO) telah mengembangkan 23 varietas padi baru.
 
Kiprah Indonesia tersebut diapresiasi oleh dunia internasional sehingga mendapatkan penghargaan FAO/IAEA Outstanding Achievement Award sebanyak dua kali, yaitu di 2014 dan 2021.

Baca Juga: Supaya PTM Terbatas Aman, Jokowi Minta Vaksinasi Pelajar Diselesaikan
 
“Kami merasa terhormat memperoleh FAO/IAEA Outstanding Achievement Award.

Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan terhadap dampak sosial ekonomi dari kolaborasi yang kami lakukan dan bukti kontribusi nuklir terhadap pembangunan berkelanjutan” kata Menlu.
 
Selain itu, teknologi nuklir juga dapat berperan dalam upaya mengatasi pandemi, yaitu untuk mendeteksi varian virus baru dan mencegah terjadinya pandemi di masa depan.

Baca Juga: Ada Klaster Sekolah Pasca PTM, Atikoh: Pramuka Harus Jadi Garda Terdepan Edukasi Prokes
 
Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung IAEA dalam meningkatkan kapasitas ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir negara-negara berkembang melalui kerja sama teknis yang inklusif, termasuk melalui Kerja Sama Selatan-Selatan.
 
“Mari kita lanjutkan kerja kolektif untuk ‘mempercepat dan memperluas kontribusi energi atom bagi perdamaian, kesehatan, dan kemakmuran’ sebagaimana yang tercantum dalam Piagam IAEA,” kata Menlu.
 
General Conference (GC) ke-65 IAEA berlangsung tanggal 20-24 September 2021.

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Terkini

X