Pelaku Wisata dan Ekonomi Kreatif Harus Bersiap Hadapi 'Revenge Tourism'

- Rabu, 25 Agustus 2021 | 07:14 WIB
Candi Prambanan, Sleman, Yogyakarta (SM/dok)
Candi Prambanan, Sleman, Yogyakarta (SM/dok)

GARUT, suaramerdeka-banyumas.com-Stakeholder pariwisata dan ekonomi kreatif harus dapat mempersiapkan diri menerima 'revenge tourism' (serangan pariwisata) yaitu kunjungan wisatawan yang masif di masa penurunan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Hal itu ditegaskan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno saat berdiskusi dengan pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif khususnya Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di Rancabago Hotel and Resort Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu (22/8/2021).

Sandi menjelaskan, selama 1 tahun 7 bulan sejak pandemi COVID-19 hadir, masyarakat banyak yang jenuh dan ingin sekali berwisata.

Baca Juga: Bekerja Tanpa Padam, PLN UPT Purwokerto Selamatkan Daya Listrik 1660 MW

Terlebih saat gelombang kedua COVID-19 terjadi beberapa waktu belakangan, yang membuat pemerintah mengambil kebijakan PPKM yang dibagi dalam 4 level.

“Contohnya yang terjadi di India, setelah lockdown, di sana terjadi revenge tourism.

Semua penerbangan habis, okupansi hotel full bahkan kelebihan permintaan sebesar 40 persen dan akhirnya banyak wisatawan yang kecewa.

Baca Juga: Prof Hibnu Nugroho: Penggunaan Dana Aspirasi DPRD Harus Sesuai RAB

Itu bisa terjadi di sini lantaran destinasi-destinasi di Garut yang bisa dicapai dengan menggunakan transportasi darat dari Jakarta selama kurang lebih tiga jam,” kata Menparekraf Sandiaga Uno sebagaimana laman resmi Kemenparekraf.

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Terkini

Pengelola Wisata Desa Gencarkan Promosi lewat Medsos

Selasa, 21 September 2021 | 09:30 WIB
X