Kota Lama Banyumas Berpotensi Menjadi Kota Pusaka, Ini Alasannya

- Jumat, 6 Agustus 2021 | 12:52 WIB
BERFOTO: Sejumlah pengunjung berfoto di depan Puskemas Banyumas yang merupakan salah satu cagar budaya di Kecamatan Banyumas, beberapa waktu lalu           (SMBanyumas/Nugroho Pandhu Sukmono)
BERFOTO: Sejumlah pengunjung berfoto di depan Puskemas Banyumas yang merupakan salah satu cagar budaya di Kecamatan Banyumas, beberapa waktu lalu (SMBanyumas/Nugroho Pandhu Sukmono)

PURWOKERTO, suaramerdeka-banyumas.com - Kota Tua dan Kota Lama di wilayah Kecamatan Banyumas akan didorong menjadi Kota Pusaka berbasis pertanian.

Kawasan tersebut masih dalam proses pengkajian untuk penetapan cagar budaya.

Arsitek asal Semarang, Sidem Tetuko memaparkan, peninggalan sejarah di Banyumas terbagi dalam dua periode.

Periode pertama tahun 1571-1727 atau masa berdirinya Banyumas awal didominasi dengan lanskap alam, seperti sungai atau saluran irigasi, sumur mata air dan pohon.

"Sulit ditemukan adanya benda diduga cagar budaya dalam bentuk bangunan karena ini dipengaruhi oleh ketahanan struktur bangunan tradisional terhadap bencana dan kondisi alam."

"Kekuatan penilaian cagar budaya pada periode ini berupa rekam jejak sejarah dalam bentuk referensi sejarah Banyumas dan kondisi cagar budaya alam yang masih ada hingga saat ini," ujarnya, dalam paparan Laporan Akhir Kajian Akademik Cagar Budaya Benda, Kota Lama Banyumas yang digelar Bappedalitbang Banyumas secara daring, Kamis (5/8/2021).

Baca Juga: Kota Lama Bebas Kabel Tahun Ini

Adapun pada periode kedua (1727-1829), sudah terbentuk pusat kota Banyumas dengan konsep ruang tradisional Jawa, yang dibangun di kawasan Rawa Tembelang.

Landmark dan rekam jejak sejarah yang masih tampak hingga saat ini di antaranya Masjid Agung Nur Sulaiman, Pendopo Si Panji, dan lainnya.

Periode ketiga, yaitu masa kolonial Belanda (1830 – 1945). Seluruh bangunan bertujuan untuk kepentingan eksistensi pemerintah Hindia Belanda, pada masa tanam paksa.

Di era tersebut, Belanda mengeksplorasi kawasan pertanian Banyumas, serta monopoli hasil pertanian untuk peningkatan perekonomian pemerintah Hindia Belanda.

Halaman:

Editor: Nugroho Pandhu Sukmono

Tags

Terkini

Pengelola Wisata Desa Gencarkan Promosi lewat Medsos

Selasa, 21 September 2021 | 09:30 WIB
X