Tak Semua Penari Ebeg 'Jadi', Tahapan Ritual Menentukan, Yang Jadi Biasanya Punya Pengasihan

- Senin, 31 Oktober 2022 | 08:31 WIB
RItual penari ebeg menentukan siapa yang jadi penari ebeg (SM Banyumas/FB Sultan Bebas)
RItual penari ebeg menentukan siapa yang jadi penari ebeg (SM Banyumas/FB Sultan Bebas)

BANYUMAS, suaramerdeka-banyumas.com- Tak semua orang yang ingin menjadi penari ebeg atau menjadi 'wayang' akan menjadi atau jadi.

Pasalnya biasanya hukum alam atau seleksi akan menentukan mereka termasuk soal tahapan ritual menjadi tukang ebeg, penari ebeg atau wayang

"Jadi biasanya dari tujuh orang atau jumlah ganjil lainnya calon tukang ebeg, tak semuanya jadi. Biasanya ada saja yang gugur dan gagal. Dan ia harus mengulanginya kembali," jelas Buang Sutoyo, pegiat ebeg dari Desa Pancurendang Kecamatan Ajibarang. 

Baca Juga: Hari ini dalam Sejarah : 31 Oktober, Selain Halloween, Ada Juga Reformasi Protestan

Adapun ritual yang dijalani ebeg itu antara lain mulai dari berpuasa, ngasrep (puasa menghindari makanan bergaram, bergula dan berminyak), mutih atau laku 'cegah dahar' lainnya. 

Selain itu ada juga laku mandi di muara sungai, sendhang, atau sumber mata air yang dipercaya menjadi pusat para leluhur atau gayuhan indang ada.

Untuk berpuasa atau ngasrep ini biasanya dilaksanakan dengan ketentuan tertentu sekaligus bersamaan dengan ritual adus wengi atau mandi malam. 

Baca Juga: Ajang Kompetisi Siswa SD/MI Muhammadiyah di Purbalingga Berlangsung Semarak

Pilihan hari untuk melakukan ritual mandi ini biasanya dilaksanakan pada hari pasaran Manis ataupun Kliwon, sementara untuk rahayuning dina pasaran yaitu Selasa Kliwon ataupun Jumat Kliwon. 

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Healing Terbaik yang Islami: Kembali ke Nabi Muhammad

Selasa, 7 Februari 2023 | 15:00 WIB

Rianto: Tari adalah Bahasa Tubuh

Jumat, 20 Januari 2023 | 16:21 WIB
X