Cerita Seorang Dukun Ebeg yang Jelang Meninggal Minta Disembelihkan Ebeg

- Sabtu, 29 Oktober 2022 | 17:24 WIB
Ebeg Banyumasan yang dibuat tak sembarangan. (SM Banyumas/Susanto)
Ebeg Banyumasan yang dibuat tak sembarangan. (SM Banyumas/Susanto)

 

BANYUMAS, suaramerdeka-banyumas.com- Dulu ada seorang dukun ebeg yang legendaris di salah satu desa di Kecamatan Pekuncen yang ketika meninggal minta disembelihkan ebeg

"Karena ia saking cintanya pada ebeg. Jadi saat hendak meninggalpun ia ingat dan minta disembelihkan ebeg," kata Romli Haryadi, Kepala Desa Kranggan, Kecamatan Pekuncen. 

Sambil memandang sebuah ebeg yang terpampang di depan rumahnya, Romli bercerita tentang asal dari ebeg yang dipajang tersebut. 

"Nah itu ebeg buatan cucu dari dukun ebeg itu. Jadi dukun ebeg juga sekarang. Tadinya tak boleh dibeli, tetapi saya paksa beli. Akhirnya boleh juga," katanya. 

Baca Juga: Asyiiikkk! Dua Gajah Sumatera Jadi Koleksi Satwa Baru Serulingmas Zoo

Dijelaskan Romli, bagi seorang penari ebeg, ebeg bukan semata anyaman dari bambu yang diberi rambut ijuk, diberi kliningan, serta kalung jagung jali serta kupin dari kulit serta lukisan belaka. 

Jadi ebeg ini sebagaimana ritual para penari ebeg Banyumasan, ebegpun akan disowankan ketika penari ebeg berziarah ke tabet ebeg atau tempat keramat ebeg

"Jadi setiap penari ebeg punya ebeg sendiri, kalau ditukar dia akan menolak. Karena memang penari ebeg juga punya tunggangannya sendiri. Makanya ketika ini hendak saya minta beli, tak boleh sebenarnya," ujarnya. 

Baca Juga: Gempa M 4.7 Guncang Laut Tenggara Cilacap, Tidak Berpotensi Tsunami

Dikatakan Romli, ebeg yang ia beli ia pajang di dinding balai rumahnya sendiri. 

"Namun ketika dilihat-lihat seperti hidup ebeg ini. Makanya kemudian saya ganti kupingnya. Tetap dari kulit. Tetapi ada juga yang kuping dibikin dari upih (pelepah pohon pinang)," tandasnya. 

Sebagaimana kepercayaan di kalangan para tukang ebeg, segala hal yang berbau ebeg seringkali berbau mistis. 

Baca Juga: Jadi Tema Google Doodle, Ternyata Hari Ini Sangat Bersejarah Bagi Tempe Mendoan

Kenapa bisa begitu? Untuk membuat ebegpun ada perhitungan hari untuk memulainya. 

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Berikut ini Bunyi Tepuk Puasa atau Tepuk Saum

Rabu, 22 Maret 2023 | 18:59 WIB

Ini Alasan Produksi Film Butuh Manajemen yang Rapi

Senin, 20 Maret 2023 | 12:36 WIB

DKKB Lantik Pengurus Pakumas Korcam Kembaran

Senin, 20 Maret 2023 | 08:23 WIB
X