Ketua IAI Banyumas: Larangan Kemenkes Terkesan Diskriminatif

- Kamis, 20 Oktober 2022 | 23:08 WIB
MENATA OBAT: Petugas menata deretan obat cair untuk anak di apotik Tugu Batu Prompong Desa Kutasari, Baturraden, Banyumas, Kamis, 20 Oktober 2022. (SMBanyumas/Dian Aprilianingrum)
MENATA OBAT: Petugas menata deretan obat cair untuk anak di apotik Tugu Batu Prompong Desa Kutasari, Baturraden, Banyumas, Kamis, 20 Oktober 2022. (SMBanyumas/Dian Aprilianingrum)

PURWOKERTO, suaramerdeka-banyumas.com - Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Banyumas menilai Surat Edaran dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang terkesan diskriminatif terhadap pengelola apotek.

Ketua Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Banyumas, Khafidz Nasrudin, mengatakan edaran Kemenkes terkesan diskriminatif karena hanya menyebutkan apotek yang dilarang menjual obat sirup.

Khafidz menyoroti poin 8 dari Surat Edaran (SE) Kemenkes Nomor SR.01.05/III/3461/2022 tentang Kewajiban Penyelidikan Epidemiologi dan Pelaporan Kasus Gangguan Ginjal Akut Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) pada Anak yang berbunyi, "Seluruh apotek untuk sementara tidak menjual obat bebas dan/atau bebas terbatas dalam bentuk syrup kepada masyarakat sampai dilakukan pengumuman resmi dari Pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan".

"Padahal obat-obatan jenis sirup itu bisa saja tersedia di toko obat, mini market bahkan ada yang punya obat bebas dan obat terbatas, termasuk di market place. Kami menyesalkan mengapa hanya apotek yang disorot, disorot dan disorot," ujarnya ketika dihubungi Kamis, 20 Oktober 2022.

Baca Juga: Soal Kenaikan Kasus Gagal Ginjal Akut Progresif Atipikal pada Anak, Begini Imbauan Dinkes Banyumas

"Dulu zaman pandemi (Covid-19), temen-temen di apotek juga sempat dianggap sebagai penimbun masker. Ini hal-hal yang membuat kami tidak nyaman sebagai profesi kesehatan, yang tentu memiliki etika dalam berpraktek," imbuhnya.

Pada rapat koordinasi bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, Kamis, sore, Khafidz menyampaikan bahwa puluhan produsen obat telah mengeluarkan pernyataan resmi dan menjamin produknya aman.

Oleh karena itu, IAI tetap memberikan produk obat-obatan itu kepada pasien yang membutuhkan.

"Kami berasumsi, di mana ada pabrik industri farmasi, di situ ada apoteker yang menjamin kualitas obatnya, menjamin cara pembuatan obat yang baik. Sehingga, ketika ada press release dari produsen tersebut, kami akan tetap memberikan sesuai dengan kebutuhan pasien," ujarnya.

Halaman:

Editor: Nugroho Pandhu Sukmono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Catat, Ini Info Penting Buat Peserta BPJS Kesehatan

Rabu, 21 Desember 2022 | 12:15 WIB

Pemerintah Akan Gratiskan Obat Gangguan Ginjal

Selasa, 25 Oktober 2022 | 22:16 WIB
X