Kementerian Kesehatan Temukan Jejak Senyawa yang Diduga Picu Gagal Ginjal Akut, Pada Sampel Obat Pasien

- Kamis, 20 Oktober 2022 | 09:37 WIB
Gejala Gagal Ginjal Akut pada Anak (Unsplash.com @robina-weermeijer)
Gejala Gagal Ginjal Akut pada Anak (Unsplash.com @robina-weermeijer)

PURWOKERTO, suaramerdeka-banyumas.com - Kementerian Kesehatan bersama BPOM, Ahli Epidemiologi, IDAI, Farmakolog, dan Puslabfor Polri masih mencari tahu penyebab pasti dan faktor risiko yang menjadi penyebab pasti gangguan ginjal akut.



Namun demikian, dalam siaran pers resminya, Rabu 19 Oktober 2022,  juru bicara Kemenkes dr Syahril menjelaskan, Kementerian Kesehatan  mengambil langkah antisipatif untuk mencegah gangguan ginjal pada anak.

Baca Juga: 108 Calon Panwascam di Purbalingga Ikuti Tes Wawancara

Hal itu setelah tim terkait yang melakukan pemeriksaan terhadap sisa sampel obat yang dikonsumsi pasien, sementara menemukan jejak senyawa yang berpotensi mengakibatkan acute kidney injury (AKI) atau gangguan gagal ginjal akut progresif tipikal.



Saat ini Kemenkes dan BPOM masih terus melakukan penelusuran dan penelitian secara komprehensif termasuk kemungkinan faktor risiko lainnya.



Guna meningkatkan kewaspadaan dan dalam rangka pencegahan, Kemenkes sudah meminta tenaga kesehatan pada fasilitas pelayanan kesehatan untuk sementara tidak meresepkan obat-obatan dalam bentuk sediaan cair/sirup, hingga hasil penelusuran dan penelitian tuntas.

Baca Juga: Janice, Gadis Purbalingga Wakil Jateng di Miss Teenager Indonesia 2022

Kementerian Kesehatan juga meminta seluruh apotek untuk sementara tidak menjual obat bebas/ atau bebas terbatas dalam bentuk cair/sirup kepada masyarat sampai hasil penelusuran dan penelitian tuntas.



"Kemenkes mengimbau masyarakat untuk pengobatan anak, sementara waktu tidak mengonsumsi obat dalam bentuk cair/sirup tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan," tutur dr Syahril.

Baca Juga: Denmark Open 2022 : Wakil Tunggal Putri Terhenti, Ganda Putra Melaju Babak Kedua

Sebagai alternatif menurutnya bisa menggunakan bentuk sediaan lain seperti tablet, kapsul, suppositaria (anal), atau lainnya. 



Kewaspadaan orang tua juga sangat diperlukan, apabila memiliki anak balita dengan gejala penurunan jumlah air seni dan frekuensi buang air kecil dengan atau tanpa demam, diare, batuk, pilek, mual, dan muntah untuk segera dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat.



Keluarga pasien juga diminta membawa atau menginformasikan obat yang dikonsumsi sebelumnya, dan menyampaikan riwayat penggunaan obat kepada tenaga kesehatan.***

Halaman:

Editor: Gayhul Dhika

Sumber: Kemkes.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Catat, Ini Info Penting Buat Peserta BPJS Kesehatan

Rabu, 21 Desember 2022 | 12:15 WIB

Pemerintah Akan Gratiskan Obat Gangguan Ginjal

Selasa, 25 Oktober 2022 | 22:16 WIB
X