Menjaga Toleransi dalam Bingkai Pluralisme

- Senin, 2 Agustus 2021 | 18:26 WIB
Warga Desa Banjarpanepen bertukar nasi takir dalam acara tradisi Suran. (foto : dokumentasi)
Warga Desa Banjarpanepen bertukar nasi takir dalam acara tradisi Suran. (foto : dokumentasi)

KEMAJEMUKAN masyarakat Desa Banjarpanepen, Kecamatan Sumpiuh, Banyumas telah terpupuk sejak dari nenek moyang. Masyarakat desa menjunjung tinggi toleransi, adat istiadat dan budaya.

Sikap saling menghormati dan menghargai keberagaman telah membingkai dalam pluralisme yang menciptakan solidaritas sosial bagi masyarakat desa setempat.

Desa Banjarpanepen terletak di wilayah utara Kecamatan Sumpiuh. Desa ini memiliki jumlah penduduk sekitar 5.600 jiwa. Luas wilayah 522 hektare. Sebagian besar wilayahnya perbukitan.

Meskipun menganut beragam keyakinan, masyarakat hidup harmonis. Sekitar 86,93 persen penduduk menganut agama Islam. Penganut agama Kristen tercatat 4,32 persen.

Penganut agama Buddha terdapat 8,46 persen, penganut kepercayaan atau penghayat 0,25 persen dan umat Hindu 0,03 persen.

Baca Juga : Mengenal Alat Musik Tradisional Indonesia yang Mendunia

Kepala Desa Banjarpanepen, Mujiono mengatakan kerukunan antarwarga sudah terbangun sejak nenek moyang hingga saat ini.

Warga selalu menjunjung tinggi adat istiadat dan budaya. Hal ini menciptakan toleransi, gotong royong, saling menghargai tanpa memandang agama dan kepercayaan.

"Adat istiadat dan budaya ini tidak ada hubungannya dengan agama, karena itu naluri keyakinan. Makanya di sini masih ada tradisi Suran," katanya, Jumat (30/7/2021).

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Terkini

Rianto: Tari adalah Bahasa Tubuh

Jumat, 20 Januari 2023 | 16:21 WIB
X