Ini Filosofi Logo, Warna dan Tagline Konfercab VII PCNU Banyumas 11 Desember 2022

- Rabu, 5 Oktober 2022 | 07:06 WIB
LOGO, simbol, dan filosofi perhelatan Konfercab VII NU Banyumas 11 Desember 2022.(SM Banyumas/Dok)
LOGO, simbol, dan filosofi perhelatan Konfercab VII NU Banyumas 11 Desember 2022.(SM Banyumas/Dok)

BANYUMAS, suaramerdeka-banyumas.com- Perhelatan pemilihan pengurus organisasi Islam terbesar di Indonesia Nahdlatul Ulama (NU) yaitu Konferensi Cabang VII PCNU Banyumas akan digelar di Ponpes Mambaul Ushulil Hikmah, Bakung, Linggasari, Kembaran 11 Desember 2022 mendatang. 

Rangkaian awal Konfercab dimulai dengan kegiatan Bahtsul Masail dan juga peluncuran filosofi logo, warna dan tagline Konfercab tahun 2022 di Ponpes Al Ittihad, Pasir Kidul, Purwokerto Barat Minggu, 2 Oktober 2022

Berikut ini simbol, logo, warga dan tagline Konfercab VII PCNU Banyumas

Baca Juga: Enam Parpol di Banyumas Absen Verifikasi Administrasi Perbaikan Calon Peserta Pemilu 2024

1. Simbol
Logo Konfercab VII PCNU Banyumas merupakan gabungan dua ikon/simbol. Pertama siluet tangan menengadah pada bagian bawah dengan dominan warna kuning emas. Kedua, simbol angka dua romawi yang diambil dari bentuk 'gaman' atau tosan aji khas Banyumas; kudi.

Tangan Menengadah
Mengandung arti dua hal. Pertama, tangan menengadah berarti berdoa memohon apapun kepada Allah. Kedua, berarti juga 'penyangga' atau mengambil tanggungjawab menjaga warga NU dan Banyumas pada umumnya yang dilambangkan dengan kudi, gaman khas warga panginyongan.

Dua Romawi
Melambangkan warga NU dan atau masyarakat Banyumas pada umumnya. Dua romawi gabungan dua gaman Kudi yang menunjukkan kebutuhan dasar ; dunia dan akhirat. Sekaligus gambaran bahwa masyarakat Banyumas memiliki kearifan lokal yang harus dijaga dilestarikan.

Baca Juga: TGIPF Tragedi Kanjuruhan Harus Ditarget Kurang Dari Sebulan Bekerja Tuntas

Artinya, PCNU Banyumas sebagai organisasi sosial agama kemasyarakatan harus mampu menopang (ngladeni) kebutuhan masyarakat. Baik dunia maupun akhiratnya. Usaha lahiriyah maupun batiniah. Dengan tetap memperhatikan kearifan lokal yang ada di tengah masyarakat.

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rianto: Tari adalah Bahasa Tubuh

Jumat, 20 Januari 2023 | 16:21 WIB
X