Catatan dari Pekan Raya Pantomime 2022: Perkembangan Komunitas Pantomime 'Jalan di Tempat'

- Selasa, 4 Oktober 2022 | 20:11 WIB
PENTASKAN REPERTOAR: Mimer Bengkel Mime Theatre Yogyakarta, Asita Kaladewa mementaskan repertoar 'Fisherman' pada Pekan Raya Pantomime di GSC IAIN Saizu Purwokerto, Minggu, 25 September 2022. (SMBanyumas/Nugroho Pandhu Sukmono)
PENTASKAN REPERTOAR: Mimer Bengkel Mime Theatre Yogyakarta, Asita Kaladewa mementaskan repertoar 'Fisherman' pada Pekan Raya Pantomime di GSC IAIN Saizu Purwokerto, Minggu, 25 September 2022. (SMBanyumas/Nugroho Pandhu Sukmono)

Kendati demikian, Pawon mengaku sangat senang, pada gelaran Pekan Raya Pantomime 2022, yang digelar akhir September lalu, peminat yang ingin mempelajari seni mimik ini tidak pernah surut.

Baca Juga: Di Desa Penggalang, Cilacap, Sampah Non Organik Diubah Jadi Emas, Kok Bisa?

Mereka belajar langsung dari mimer senior Bengkel Mime Theatre Yogyakarta, Asita Kaladewa.

Selanjutnya, mereka mementaskan beberapa repertoar dan diapresiasi oleh pecinta seni pantomime dan pelaku seni lainnya.

Adapun pada Pekan Raya Pantomime, terdapat 7 repertoar yang dipentaskan. Di antaranya, 'Bully' dan 'Tanah' yang dibawakan SPP, 'Reparasi Otak' oleh Mamock NG, 'Bermain Catur' oleh mimer cilik Cilacap, 'Kedamaian Dimulai dari Hal yang Terkecil' oleh Jeriko dan Revan, 'Hari Ulang Tahun' oleh Nevan dan kawan-kawan, dan ditutup dengan repertoar 'Fisherman' oleh Asita Kaladewa.

Baca Juga: Catat! 25 September 2022, Ada Pekan Raya Pantomime di Purwokerto

Sementara itu, pegiat Bengkel Mime Theatre, Asita Kaladewa mengatakan, mimer di Purwokerto tidak perlu khawatir dengan perkembangan kesenian tersebut.

Hal yang paling penting adalah mempertahankan nilai lokalitas dan ciri khasnya.

"Saya di sini hanya bertukar pikiran, tidak memberikan pasir untuk membangun. Lokalitas, cara gerak, pikiran itu pelaku seni sendiri yang membangun. Setiap daerah punya ciri khasnya, kalau saya beri yang ada di Yogya, belum tentu cocok dengan Purwokerto," tuturnya. ***

Halaman:

Editor: Nugroho Pandhu Sukmono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rianto: Tari adalah Bahasa Tubuh

Jumat, 20 Januari 2023 | 16:21 WIB
X