Catatan dari Pekan Raya Pantomime 2022: Perkembangan Komunitas Pantomime 'Jalan di Tempat'

- Selasa, 4 Oktober 2022 | 20:11 WIB
PENTASKAN REPERTOAR: Mimer Bengkel Mime Theatre Yogyakarta, Asita Kaladewa mementaskan repertoar 'Fisherman' pada Pekan Raya Pantomime di GSC IAIN Saizu Purwokerto, Minggu, 25 September 2022. (SMBanyumas/Nugroho Pandhu Sukmono)
PENTASKAN REPERTOAR: Mimer Bengkel Mime Theatre Yogyakarta, Asita Kaladewa mementaskan repertoar 'Fisherman' pada Pekan Raya Pantomime di GSC IAIN Saizu Purwokerto, Minggu, 25 September 2022. (SMBanyumas/Nugroho Pandhu Sukmono)

 

PURWOKERTO, suaramerdeka-banyumas.com - Seniman pantomime di Purwokerto mengaku resah lantaran perkembangan kesenian tersebut seakan berjalan di tempat.

Berbeda dengan kota lain yang mendapatkan apresiasi dari masyarakat lebih luas.

Pegiat Sedulur Pantomime Purwokerto (SPP), Rokhmat Nur Hidayat mengatakan, meski pantomime sudah mulai dikenalkan kepada publik Kota Mendoan sejak 2011, perkembangan kesenian ini masih sangat lamban.

Selain pelaku seni yang masih sedikit, ragam dan jumlah pementasan juga tidak terlalu banyak.

Baca Juga: Pertunjukkan Pantomime Dibidik Pajak Hiburan, Bupati: Itu Self Assessment, Tidak Bayar Tidak Masalah

"Kadang ingin seperti Yogyakarta yang perkembangannya begitu pesat. Tapi di Purwokerto masih pelan. Peminatnya juga tidak banyak," ujar pria yang acap disapa Pawon ini, Selasa (4 Oktober 2022.

Meski setiap tahun menggelar event pantomime, SPP baru menelorkan belasan penerus.

Selain itu, sebagian besar peminatnya dari kalangan mahasiswa yang lebih memilih untuk kembali ke kampung halaman dan pergi merantau karena bekerja atau melanjutkan pendidikan.

Halaman:

Editor: Nugroho Pandhu Sukmono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X