Ratmini Gandasoebrata, Penulis dan Pecinta Batik Banyumas Tutup Usia

- Senin, 3 Oktober 2022 | 18:52 WIB
Ratmini Gandasoebrata (SMBanyumas/repro Alfian H Antono)
Ratmini Gandasoebrata (SMBanyumas/repro Alfian H Antono)

PURWOKERTO, suaramerdeka-banyumas.com - Banyumas kehilangan tokoh penulis dan pecinta batik, Ratmini Gandasoebrata yang tutup usia, 1 Oktober 2022 lalu.

Kabar itu dikemukakan oleh komunitas pecinta sejarah Banjoemas History and Heritage Community (BHHC), bertepatan dengan Hari Batik Nasional.

Founder BHHC, Jatmiko Wicaksono menuturkan, informasi tentang kepergian almarhumah diterima dari salah satu famili Gandasoebrata, sekitar Minggu, 2 Oktober 2022.

Dia mengaku sangat kehilangan sosok pecinta batik dan perupa perempuan bernama resmi Ratmini Soedjatmoko Gandasoebrata yang telah berusia 97 tahun itu.

Baca Juga: Ini Sejarah 9 Tragedi Kerusuhan Sepak Bola Dunia Sebelum Tragedi Kanjuruhan Malang

"Dari buku-bukunya, salah satunya "Sebuah Pendopo di Lembah Serayu (2009)" kami bisa mempelajari sejarah Banyumas. Buku ini satu-satunya yang menceritakan sejarah keluarga PA Gandasoebrata dan motif batik yang di desain oleh keluarga Bupati Banyumas. Dia juga pernah menulis tentang banjir Banyumas," ujar Jatmiko, Senin, 3 Oktober 2022. 

Ratmini, lahir pada 18 November 1925 di Jakarta, ayahnya Sudirman Gandasoebrata yang merupakan putra dari PA Gandasoebrata, Bupati Banyumas yang menjabat tahun 1913 - 1933 dan ibunya adalah Satinah.

Suaminya Dr Soedjatmoko Mangoendiningrat (1922-1989) merupakan mantan Dubes RI untuk AS (1968-1971) dan Rektor Universitas PBB di Tokyo (1988).

Kakeknya PA Gandasoebrata merupakan pecinta batik dan bahkan telah membuat sebuah desain batik bernama parang Gandasoebratan.

Halaman:

Editor: Nugroho Pandhu Sukmono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rianto: Tari adalah Bahasa Tubuh

Jumat, 20 Januari 2023 | 16:21 WIB
X