Pagelaran Pantomime Dibidik Pajak Hiburan, Komite Ekonomi Kreatif Banyumas Angkat Bicara

- Sabtu, 24 September 2022 | 11:47 WIB
PEMENTASAN PANTOMIME: Pegiat komunitas Sedulur Pantomime Purwokerto (SPP) menggelar pementasan Road to Pekan Raya Pantomime di kampus Amikom Purwokerto, baru-baru ini. (SMBanyumas/istimewa)
PEMENTASAN PANTOMIME: Pegiat komunitas Sedulur Pantomime Purwokerto (SPP) menggelar pementasan Road to Pekan Raya Pantomime di kampus Amikom Purwokerto, baru-baru ini. (SMBanyumas/istimewa)

Tidak elok apabila harus membebani mereka dengan dibidik sebagai target pajak.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Sedulur Pantomime Purwokerto (SPP), Fahmi Vidi Alamsyah mengaku kebingungan karena mendadak dihubungi oleh pegawai Bapenda Banyumas, Jumat, 23 September 2022 pagi.

Petugas itu meminta klarifikasi terkait even kesenian pantomime. Menurut petugas itu, event tersebut masuk dalam kategori dikenai pajak hiburan.

Baca Juga: Bingungnya Komunitas Pantomimer Purwokerto, Mau Bikin Pentas Malah Dikenai Pajak Hiburan

Padahal, setiap kali menyelenggarakan event pantomime dengan tiket masuk di lingkungan kampus tidak pernah dikenai pajak.

Dia mengaku heran, tahun ini eventnya diklarifikasi untuk dikenai pajak hiburan.

Dia menjelaskan, seperti pada umumnya komunitas maupun unit kegiatan mahasiswa di kampus, setiap kali menggelar pementasan tetap menarik uang tiket. Uang tersebut digunakan untuk menutup biaya produksi yang tidak sedikit.***

Halaman:

Editor: Nugroho Pandhu Sukmono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rianto: Tari adalah Bahasa Tubuh

Jumat, 20 Januari 2023 | 16:21 WIB

Cerita Banyumasan: Sirun karo Bapane

Sabtu, 14 Januari 2023 | 07:34 WIB
X