Bingungnya Komunitas Pantomimer Purwokerto, Mau Bikin Pentas Malah Dikenai Pajak Hiburan

- Jumat, 23 September 2022 | 18:57 WIB
PEMENTASAN PANTOMIME: Pegiat komunitas Sedulur Pantomime Purwokerto (SPP) menggelar pementasan Road to Pekan Raya Pantomime di kampus Amikom Purwokerto, baru-baru ini. (SMBanyumas/istimewa)
PEMENTASAN PANTOMIME: Pegiat komunitas Sedulur Pantomime Purwokerto (SPP) menggelar pementasan Road to Pekan Raya Pantomime di kampus Amikom Purwokerto, baru-baru ini. (SMBanyumas/istimewa)

Selain menarik tiket, komunitas SPP juga membiayai pementasan dengan cara menjual kaos, suvenir bahkan harus menarik iuran antar sesama anggota.

"Kalau (saat ini) ditarik pajak, tentu tidak akan menutup biaya produksi. Kok pemerintah tega menarik pajak dari kelompok seniman yang tidak punya dana," ketusnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Banyumas, Eko Prijanto mengatakan, event-event hiburan yang bersifat komersial seperti tontonan, konser musik, dan lain sebagainya tetap dikenai pajak.

Baca Juga: Jerami Festival 2022, Warga Pangebatan Ingatkan Jasa Petani

Pajak hiburan ini bergantung dari kelas tontonan pertunjukkannya, modern ataupun tradisional.

"Operator kami akan mencari tahu, klarifikasi, apakah event ini membayar atau patungan (iuran). Yang kena pajak itu bukan pembiayaan event, tapi untuk ticketing tetap kena (pajak). Intinya tiket itu," kata dia.***

 

Halaman:

Editor: Nugroho Pandhu Sukmono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Geguritan 'Cianjur Nangis Nggaur' Karya Wanto Tirta

Senin, 28 November 2022 | 11:20 WIB
X