Bingungnya Komunitas Pantomimer Purwokerto, Mau Bikin Pentas Malah Dikenai Pajak Hiburan

- Jumat, 23 September 2022 | 18:57 WIB
PEMENTASAN PANTOMIME: Pegiat komunitas Sedulur Pantomime Purwokerto (SPP) menggelar pementasan Road to Pekan Raya Pantomime di kampus Amikom Purwokerto, baru-baru ini. (SMBanyumas/istimewa)
PEMENTASAN PANTOMIME: Pegiat komunitas Sedulur Pantomime Purwokerto (SPP) menggelar pementasan Road to Pekan Raya Pantomime di kampus Amikom Purwokerto, baru-baru ini. (SMBanyumas/istimewa)

PURWOKERTO, suaramerdeka-banyumas.com - Gara-gara dikenai pajak hiburan oleh pemerintah daerah, komunitas seniman pantomime (pantomimer), Sedulur Pantomime Purwokerto (SPP) saat ini sedang kebingungan.

Pasalnya, mereka akan menggelar Pekan Raya Pantomime di UIN Saizu Purwokerto, Minggu, 25 September 2022.

Ketua SPP, Fahmi Vidi Alamsyah menuturkan, pada Jumat, 23 September 2022 pagi, dia menerima pesan dari pegawai Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Banyumas yang meminta klarifikasi terkait even pertunjukkan pantomime.

Menurut petugas itu, event tersebut termasuk dalam kategori dikenai pajak hiburan.

Baca Juga: Tahukah Kamu: Di Masjid Saka Tunggal Cikakak Banyumas, Azan Jumatan Dikumandangkan Empat Orang Muadzin

"Selama ini kami menyelenggarakan beberapa event pantomime setiap tahun di kampus dengan tiket masuk tidak pernah kena pajak. Anehnya, tahun ini kami dikenai pajak hiburan," ujar Mlinjo, karibnya, Jumat, 23 September 2022.

Dia menjelaskan, seperti pada umumnya komunitas maupun unit kegiatan mahasiswa di kampus, setiap kali menggelar pementasan tetap menarik tiket masuk.

Dana yang diperoleh digunakan untuk menutup biaya produksi yang tidak sedikit.

Baca Juga: Catat! 25 September 2022, Ada Pekan Raya Pantomime di Purwokerto

Halaman:

Editor: Nugroho Pandhu Sukmono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Suami Dee Lestari, Reza Gunawan Meninggal Dunia

Selasa, 6 September 2022 | 19:07 WIB
X