Lengger Banyusobo: Kolaborasi 75 Seniman di Amazing Lengger Festival untuk Memeriahkan Dieng Culture Festival

- Kamis, 1 September 2022 | 19:49 WIB
GLADI BERSIH: Tim Rianto Dance Studio Community yang berkolaborasi dengan seniman dari Wonosobo, Yogyakarta, Solo, dan Banyumas menggelar gladi bersih menjelang pementasan kolaborasi Lengger Banyusobo untuk pagelaran Amazing Lengger Festival di arena Dieng Culture Festival, 3 September 2022. (SMBanyumas/Nugroho Pandhu Sukmono )
GLADI BERSIH: Tim Rianto Dance Studio Community yang berkolaborasi dengan seniman dari Wonosobo, Yogyakarta, Solo, dan Banyumas menggelar gladi bersih menjelang pementasan kolaborasi Lengger Banyusobo untuk pagelaran Amazing Lengger Festival di arena Dieng Culture Festival, 3 September 2022. (SMBanyumas/Nugroho Pandhu Sukmono )

Menurutnya, dimensi ketubuhan penari lengger dalam tradisi kesenian ini muncul sebagai bentuk personifikasi magis utamanya saat kerasukan indang, dan diperlakukan sebagai dunia meta realistis.

Pertunjukan lengger juga cukup lama terkonstruksi oleh pakem.

"Melalui pertunjukan Amazing Lengger Festival, saya berusaha melepaskan hal-hal yang bersifat umum sebagai wacana baru terhadap pertunjukan lengger di dalam bingkai tradisi untuk generasi muda saat ini," katanya.

"Artinya, lengger tidak lepas dari daya kreativitasnya yaitu bukan saja sebagai ritus kesuburan,tetapi juga sebagai penanda baru yang sehimpunan irama gerakan yang menekankan pesan setiap manusia berhak hidup dalam keberagaman tanpa diskriminasi dan persekusi," imbuhnya.

Baca Juga: Merintis Jalan Pusat Arsip dan Dokumentasi Seni Lengger

Pada pementasan ini, Rianto menggandeng seniman asal Spanyol, Rodrigo Parejo yang memainkan alat musik flute.

Rodrigo sendiri mengaku baru pertama kali berkolaborasi dengan musik tradisional Banyumasan. Dia terbiasa tampil dengan iringan musik gamelan. 

"Musiknya lebih dinamis dan rancak, saya juga menyukai nada-nada berkarakter oriental," kata Rodrigo.

Baca Juga: Pentas 'Metamorfosa Lengger': Membaca Dinamika Seni Lengger

Dia mengaku harus beradaptasi terlebih dahulu dengan karakter musik calung Banyumas.

Halaman:

Editor: Nugroho Pandhu Sukmono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pengembangan Pariwisata Tidak Bisa Sendiri

Kamis, 19 Januari 2023 | 19:22 WIB

Imbas PPKM Dicabut, Sektor Wisata Mulai Bergeliat

Selasa, 3 Januari 2023 | 19:46 WIB

Sambut Nataru, PT KAI Operasikan Kereta Paranomic

Selasa, 27 Desember 2022 | 09:44 WIB
X