Apa itu Dieng Culture Festival dan Sejarah Awal Mulanya, Berikut Penjelasannya

- Selasa, 30 Agustus 2022 | 08:46 WIB
RUWAT RAMBUT GIMBAL: Upacara ruwat anak rambut gimbal dimulai oleh sesepuh adat Dieng, Mbah Sumanto pada puncak acara Dieng Culture Festival yang digelar secara hybrid di Kompleks Pendopo Budaya Dieng, Selasa, 2 November 2021. (SMBanyumas/Castro Suwito)
RUWAT RAMBUT GIMBAL: Upacara ruwat anak rambut gimbal dimulai oleh sesepuh adat Dieng, Mbah Sumanto pada puncak acara Dieng Culture Festival yang digelar secara hybrid di Kompleks Pendopo Budaya Dieng, Selasa, 2 November 2021. (SMBanyumas/Castro Suwito)

Sementara itu untuk budayawan Emha Ainun Nadjib atau Caknun  bakal hadir dalam Kongkow Budaya akan digelar pada 4 September. 

Caknun atau Mbah Nun akan bicara 'ngalor ngidul' soal budaya adat istiadat terkait dengan Dieng dengan iringan musik etnik modern Kiai Kanjeng. 

Baca Juga: 16 Juta Pekerja Bergaji di Bawah 3,5 Juta Akan Dapat Bansos Rp 600 Ribu

Dieng Culture Festival, sebagaimana namanya merupakan Festival Budaya dengan konsep sinergi antara unsur budaya masyarakat, potensi wisata alam Dieng serta pemberdayaan masyarakat lokal sebagai misi dasar pembentukan acara tersebut.

Acara ini digagas oleh kelompok sadar wisata tepatnya Kelompok Sadar Wisata Dieng Pandawa dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat dan organsasi / Dinas terkait Kepariwisataan di Dieng.

Kelompok ini berupaya menggabungkan konsep budaya dan wahana wisata alam, dengan misi pemberdayaan ekonomi masyarakat Dieng.

Baca Juga: Usung Lakon Return of the Light, Dieng Culture Festival 2022 Bakal Digelar 2-4 September 2022

Festival seni dan kebudayaan yang digagas oleh Pokdarwis Dieng Kulon Banjarnegara ini selalu menyedot animo puluhan ribu orang untuk datang ke Dataran Tinggi Dieng.

Ribuan orang bernyanyi bersama di momen Jazz Atas Awan dan berkhidmat menyaksikan ritual cukur rambut gimbal.

Dikutip dari tulisan Bella Rista Safira dari laman visit.banjarnegarakab.go.id, DCF pertama kali diselenggarakan pada tahun 2010 atas kerjasama dari Equator Sinergi Indonesia, Pokdarwis Dieng Pandawa dan Dieng Ecotourism.

Halaman:

Editor: Susanto

Sumber: banjarnegarakab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pengembangan Pariwisata Tidak Bisa Sendiri

Kamis, 19 Januari 2023 | 19:22 WIB

Imbas PPKM Dicabut, Sektor Wisata Mulai Bergeliat

Selasa, 3 Januari 2023 | 19:46 WIB

Sambut Nataru, PT KAI Operasikan Kereta Paranomic

Selasa, 27 Desember 2022 | 09:44 WIB
X