Menilik Lintasan Sejarah Kota Purwokerto dari Lembaran Foto di Pameran BHHC

- Kamis, 25 Agustus 2022 | 15:33 WIB
MELIHAT-LIHAT ARSIP: Sejumlah pelajar melihat-lihat arsip yang dipajang pada Pameran Foto dan Arsip Banyumas Raya BHHC di The Village, Baturraden, Banyumas, baru-baru ini.  (SMBanyumas/Nugroho Pandhu Sukmono   )
MELIHAT-LIHAT ARSIP: Sejumlah pelajar melihat-lihat arsip yang dipajang pada Pameran Foto dan Arsip Banyumas Raya BHHC di The Village, Baturraden, Banyumas, baru-baru ini. (SMBanyumas/Nugroho Pandhu Sukmono )

BANYUMAS, suaramerdeka-banyumas.com - Lintasan sejarah perkembangan Kota Purwokerto dapat disaksikan pada pameran foto dan arsip Banyumas Raya yang digelar komunitas pelestari sejarah Banjoemas History Heritage Community (BHHC) di objek wisata The Village, Baturraden, Banyumas 17-31 Agustus 2022. 

Pameran ini memajang puluhan foto dan arsip dari masa lalu yang terkumpul sejak tahun 2007. 

Contohnya, foto Alun-alun Purwokerto yang kala itu berdiri sebagai kabupaten sendiri setelah Kabupaten Ajibarang.

Pada masa itu, Alun-alun kota masih berlokasi di sekitar Pasar Wage kemudian berpindah di ke sebelah barat.

Baca Juga: Disusun Enam Bulan, Buku Sejarah Pengawas Pemilu di Banyumas dari Tahun 2004 Diluncurkan

Suasana Kota Baru Purwokerto yang sekarang berada di utara Jalan Jenderal Soedirman ini tergambar bahwa kota tersebut bisa dibilang sangat kecil, berbeda dengan Semarang, Yogyakarta atau bahkan Jakarta.

"Kota Purwokerto ini awalnya dianggap sebagai pusat kota baru sedangkan kota lama berpusat di Pasar Wage, Purwokerto awalnya. Dan hanya sebuah kota sangat kecil bahkan bisa disebut kampung, Kampung Purwokerto," kata founder BHHC, Jatmiko Wicaksono, tempo hari.

Dia menjelaskan, kedatangan Belanda mengubah wajah Kota Purwokerto. Pembangunan cukup masif seiring berdirinya Pabrik Gula Purwokerto, perusahaan kereta milik Belanda Serajoedal Stoomtram Maatschappij (SDS), yang kemudian dikenal dengan nama Stasiun Timur.

Baca Juga: Mau Tahu Jejak-jejak Sejarah Banyumas Raya, Intip Pameran Foto dan Arsip Sejarah BHHC Yuk!

Halaman:

Editor: Nugroho Pandhu Sukmono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rianto: Tari adalah Bahasa Tubuh

Jumat, 20 Januari 2023 | 16:21 WIB
X