Perajin Nopia Mino di Kampoeng Nopia Mino Pekunden Banyumas Bertahan dengan Produksi Tradisional

- Sabtu, 6 Agustus 2022 | 07:19 WIB
MEMANGGANG MINO : Mangun, perajin nopi mino di Desa Pekunden Kecamatan Banyumas saat memanggang mino di gentong pemanggangan belum lama ini.(SM Banyumas/Susanto)
MEMANGGANG MINO : Mangun, perajin nopi mino di Desa Pekunden Kecamatan Banyumas saat memanggang mino di gentong pemanggangan belum lama ini.(SM Banyumas/Susanto)

 

BANYUMAS, suaramerdeka-banyumas.com-25 rumah tangga produsen nopia mino di Kampoeng Nopia Mino Desa Pekunden Kecamatan Banyumas hingga kini masih mempertahankan produksi tradisional kue khas Banyumas tersebut.

Hal ini dilaksanakan untuk mempertahankan cita rasa hingga daya tarik kunjungan wisata atau pengunjung.

Pengelola Kampoeng Nopia Mino, Desa Pekunden, Agus Silo menyatakan dengan citarasa yang khas inilah, nopia mino punya tempat tersendiri bagi para penikmat termasuk pengunjung wisata Kampoeng Nopia Mino.

Baca Juga: Info Wisata Purwokerto, Ke Museum Wayang Banyumas, Harga Tiket Masuk Cuma Rp 1.000

“Produksi nopia mino di sini tetap dilaksanakan secara tradisional. Perajin menggunakan gentong tanah dan dibakar dengan bara api secara manual,” jelasnya.

Dengan cara produksi yang berbeda ini, hasil produk yang dihasilkan pun berbeda. Dengan cara tradisional, nopia mino yang dihasilkan punya cita rasa yang khas.

Selain itu, produksi nopia mino secara tradisional bisa tahan hingga dua bulan pascaproduksi.

“Kalau oven hanya bertahan dalam hitungan minggu saja. Makanya dengan adanya persaingan inilah, kondisi nopia tradisional cukup terancam. Untuk itulah pemasaran produk nopia mino sebagai bagian dari pariwisata kuliner menjadi alternatif pemasarannya,” katanya.

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

2023, Agenda Wisata Banyumas Hanya Sampai September

Rabu, 19 Oktober 2022 | 22:10 WIB

Ribuan Lampion Hiasi Langit Malam Dieng

Sabtu, 3 September 2022 | 10:02 WIB
X