Belum 'Digarap' Serius oleh Para Penulis, Sastra Anak Bisa Jadi Peluang Penulis Kini dan Mendatang

- Rabu, 3 Agustus 2022 | 13:51 WIB
Dimas Indianto, Teguh Trianton, Heru Kurniawan dan Ahmad Tohari dalam temu sastra Mastera di UIN Saizu Purwokerto Kamis 28 Juli 2022( SM Banyumas/dok)
Dimas Indianto, Teguh Trianton, Heru Kurniawan dan Ahmad Tohari dalam temu sastra Mastera di UIN Saizu Purwokerto Kamis 28 Juli 2022( SM Banyumas/dok)

Baca Juga: Ini Dia Link Twibbon Menyambut 100 Tahun atau Satu Abad Nahdlatul Ulama

"Misal buku Sepatu Bola Ngatemin justru tak dibeli. Jadi mereka lebih berpikir yang pragmatis daripada yang murni.

Persoalan bagaimana cerita anak disajikan juga menjadi permasalahan serius, terbukti ada penelitian kenapa anak Indonesia lebih suka Upin Ipin, dan superhero dari barat dan lainnya," jelasnya.

Pengelola Rumah Kreatif Wadas Kelir Purwokerto ini meyakini kalau pengalaman bersastra di masa kecil yang indah dapa membentuk gagasan sebagaimana dialami para sastrawan.

Sastra dengan nilai-nilai kebaikan dari lokalitas juga menarik untuk dikaji dan dikembangkan kembali.

Baca Juga: Rugikan Negara 78 Triliun, Buronan Surya Darmadai Sudah Ada di Singapura

"Yang perlu diperhatikan bahwa dengan literasi sejak dini, anak-anak dibacakan secara intens sastra yang bagus akan lahir lahir generasi yang anti kekerasan dan berakhlak baik.

Namun Namun perntanyaannya sekarang adalah adakah perubahan sastra anak dulu dan sekarang," tanyanya reflektif.***

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rianto: Tari adalah Bahasa Tubuh

Jumat, 20 Januari 2023 | 16:21 WIB
X